Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Dinkes Palopo Ungkap Kasus Gangguan Jiwa Berat di Palopo Meningkat

Ilustrasi orang dengan gangguan jiwa. Gangguan jiwa adalah sindrom atau pola perilaku seseorang yang tidak sehat secara mental, yang mana itu membuat orang mengalami penderitaan. Penyebabnya, bisa gen, kimia otak, atau pengalaman traumatis.

PALOPO, TEKAPE.co – Dinas Kesehatan Kota Palopo mencatat adanya peningkatan jumlah Orang dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) dalam tiga tahun terakhir.

Kenaikan angka ini disebabkan oleh program skrining kesehatan jiwa yang dilakukan secara masif di berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Kepala Seksi P2P PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kota Palopo, Sitti Aisa Nur, skrining tersebut menyasar mulai dari anak-anak usia 7 tahun, pelajar tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, hingga masyarakat umum termasuk ibu hamil.

“Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini serta mencegah terjadinya gangguan jiwa berat,” jelas Aisa, Rabu 13 Agustus 2025.

Gangguan jiwa berat adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir seseorang.

Beberapa gejala awal yang umum di antaranya adalah halusinasi, menyendiri, berbicara dan tertawa sendiri, serta amukan tanpa penyebab yang jelas.

Saat ini, jumlah ODGJ di Kota Palopo tercatat sebanyak 278 orang. Namun, Aisa menegaskan bahwa tidak ada lagi pasien gangguan jiwa berat yang dipasung di Palopo.

“Pasien biasanya dirujuk ke rumah sakit jiwa seperti RS Batara di Belopa atau RS Dadi di Makassar untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Hingga kini, Kota Palopo belum memiliki rumah sakit jiwa, namun tersedia fasilitas pelayanan kesehatan jiwa terbatas untuk pasien yang kondisinya tidak membahayakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini