Delapan Kecamatan di Jember Terendam Banjir, Hampir 4.000 KK Terdampak
JEMBER, TEKAPE.co – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat dini hari memicu banjir di delapan kecamatan.
Sedikitnya 17 desa terdampak, dengan jumlah warga terimbas mencapai 3.944 kepala keluarga (KK).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat tajam hingga meluap dan merendam permukiman warga.
“Banjir terjadi di delapan kecamatan dengan total warga terdampak sebanyak 3.944 KK,” kata Edi, Jumat (13/2/2026).
Beberapa sungai yang meluap antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, serta Sungai Gondangdia.
Luapan air mulai memasuki kawasan permukiman sekitar pukul 19.00 WIB dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai dua meter di sejumlah titik.
Genangan banjir mengakibatkan akses jalan utama terendam dan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Selain itu, sejumlah infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan.
BPBD mencatat tiga jembatan dan satu pondok pesantren terdampak banjir.
BACA JUGA: Gubernur Sulsel Terima Penghargaan SAKIP, Capaian Kinerja Daerah Meningkat
Salah satu jembatan di Desa Suci, Kecamatan Panti, bahkan putus akibat diterjang banjir bandang, sehingga mengganggu mobilitas warga setempat.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.
Dari delapan kecamatan tersebut, Kecamatan Rambipuji dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak paling parah, dengan ketinggian air melebihi satu meter.
Akibat kejadian ini, sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
Tempat pengungsian antara lain berada di rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan (60 jiwa), rumah Umar di Garuda Kidul Pasar (75 jiwa), Masjid Nurul Iman Curah Ancar (150 jiwa), serta Balai Desa Rambipuji (14 jiwa).
Hingga saat ini, BPBD Jember bersama unsur terkait masih melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material sisa banjir, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendirian dapur mandiri.
Penanganan juga dilakukan di Kampung Ledok, Jember Kidul, termasuk di sekitar kediaman mantan Bupati Jember Hendy Siswanto.
“Proses penanganan bencana masih terus berlangsung. Sejumlah rekomendasi juga telah disampaikan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Edi.
(Dodik)




Tinggalkan Balasan