Cegah Rabies, Dinas Pertanian Luwu Gelar Vaksinasi Gratis untuk Hewan Kesayangan
LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian menggelar vaksinasi rabies gratis bagi hewan kesayangan di tribun Lapangan Sepak Bola Andi Djemma, Belopa, pada 28-29 September 2026.
Kegiatan ini menargetkan sebanyak 200 ekor hewan mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyebaran rabies di Kabupaten Luwu.
Vaksinasi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies, terutama karena penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 51 ekor kucing telah mendapatkan vaksinasi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai 200 ekor pada hari kedua.
“Pada hari pertama berlangsung sebanyak 51 ekor kucing tervaksin dan ditargetkan sampai hari ke 2 besok sebanyak 200 ekor” ujar Alimus, selaku Kepala Bidang Peternak dan Keswan.
Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, vaksinasi dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan Kabupaten Luwu bebas rabies. Penyakit ini dapat menyerang sejumlah hewan, seperti anjing, kucing, dan kera, serta memiliki risiko zoonosis atau dapat menular kepada manusia.
” Jika terjadi gigitan dari hewan penular rabies, yaitu anjing ataupun kucing terhadap manusia dan hewan tersebut positif rabies maka orang tersebut akan berperilaku seperti hewan yang menggitnya jika tidak segera tiberi serum anti rabies” ungkap drh.Musdalipa Hasyim.
Rabies merupakan penyakit akibat infeksi virus Lyssavirus dari famili Rhabdoviridae. Virus tersebut bersifat neurotropik, yakni dapat menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang.
Hewan yang terindikasi tertular rabies dapat menunjukkan sejumlah tanda, antara lain menjadi agresif, suka bersembunyi di tempat sejuk, serta mengeluarkan air liur secara berlebihan. Namun, sebagian kucing atau anjing yang terinfeksi dapat menunjukkan gejala berbeda, seperti lebih pendiam, lemas, dan terlihat sakit.
Penularan Rabies
Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Mayasari S.KM, M.KM, mengatakan penanganan rabies membutuhkan pendekatan yang melibatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
“One Health (satu kesehatan) adalah pendekatan kolaboratif dan terpadu yang mengakui bahwa kesehatan manusia berkaitan erat dengan kesehatan hewan dan lingkungan.” ujarnya.
“Sekitar 65% hingga 75% penyakit infeksi baru pada manusia ( seperti flu burung, rabies dan Covid-19)
Berasal dari hewan (Zoonosis),” sambungannya.
Virus rabies berada di dalam air liur hewan yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui gigitan, cakaran yang terkontaminasi air liur, maupun jilatan pada luka terbuka atau kulit yang mengalami lecet.
Gigitan merupakan jalur penularan rabies yang paling umum. Secara global, sekitar 99 persen kasus rabies pada manusia disebut berkaitan dengan gigitan anjing.
Melalui vaksinasi hewan kesayangan, Pemerintah Kabupaten Luwu berupaya menekan risiko penularan rabies dari hewan kepada manusia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tersebut. (hms)





Tinggalkan Balasan