BLK Luwu Beri Pelatihan 560 Calon Wirausahawan
LUWU, TEKAPE.co – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Luwu tahun ini memberikan Pelatihan Berbasis Kompetensi Kepada 560 orang, di Aula geudung BLK Kota Palopo. Rabu, 11 April 2018.
Pelatihan berbasi komotenso diberikan diantaranya, Teknisi Pendingin AC split, Tata Kecantikan (Tata Rias), Mekanik Junior Mobil, Mekanik Junior Sepeda Motor, Audio Video, Operator Menjahit Pakaian Dasar, Basic Office, Teknisi Telepon Selullar dan Las SMAW 3G.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Luwu, H. Amru Saher, ST, menyampaikan bahwa masalah pengangguran adalah masalah kita dan menjadi tanggung jawab kita bersama baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.
“Dari sisi tanggungjawab pemerintah telah banyak memberikan pelatihan keterampilan kerja, baik melalui APBD maupun APBN seperti yang dilaksanakan saat ini,” katanya.
Pelatihan kerja berbasis kompetensi merupakan wujud nyata program perluasan kesempatan kerja melalui pembinaan pelatihan keterampilan kerja pada masyarakat sekaligus upaya mempercepat pengurangan pengangguran yang ada di Indonesia khususnya di Kab. Luwu,
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat pencari kerja agar menjadi tenaga kerja yang berkualitas, produktif, kompoten, dan berdaya saing yang mengarah kepada pemenuhan persyaratan jabatan yang ditetapkan pasar kerja, baik daerah maupun nasional, sehingga peserta diharapkan mampu mencari pekerjaan yang dibutuhkan oleh pasar kerja daerah maupun nasional,” jelasnya.
Lanjut politisi PKS ini mengatakan disepakatinya kawasan perdagangan bebas ASEAN masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) menjadi permasalahan sekaligus menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi oleh suatu negara termasuk indonesia
salah satu sektor yang senantiasa menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh setiap negara adalah faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja.
“kedua sektor ini memiliki hubungan yang signifikan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran yang pada giliran selanjutnya akan membawa dampak pada pembangunan sosial, ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang semakin tidak menentu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa indonesia,” katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka untuk menanggulangi pengangguran adalah melalui pelatihan berbasis kompetensi pelatihan berbasis masyarakat dan pelatihan kewiarausahawan
“Untuk tujuan tersebut maka pelatihan kerja merupakan bagian integral bagi upaya peningkatan kualitas tenaga kerja terutama untuk mengarah pada pembentukan dan pengembangan profesionalisme dan kompetensi,” katanyam
Selain itu lanjut Amru, pelatihan kerja juga dalam rangka mengelola secara optimal sumber daya alam di daerah, agar dapat bernilai ekonomi yang lebih tinggi pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan daerah.
“Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan fundamental dari visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Luwu, oleh karena itu segala sumber daya dan dana akan dioptimalakan untuk mencapai kondisi tersebut, tentunya melalui suatu tahapan dan prioritas karena itulah saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan saat ini,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BLK Luwu, Muhammad Ilyas, melaporkan tahun 2018 BLK akam memberikan pelatihan keterampilan dalam 35 paket dengan melatih 560 orang calon usahawan muda dan terampil.
“Aistem pelatihan yang dilaksanakan dengan secara institusional jumlah instruktur saat ini berjumlah 21 orang terdiri dari instruktur kejuruan elektronika dua orang, kejuruaan otomotif empat orang, perguruan computer satu orang, kejuruaan listrik tiga orang, kejuruaan teknik lima orang, kejuruaan bangunan dua orang dan kejuruaan menjahit tiga orang,” sebutnya
Kemudian fasilitas yang diberikan kepada peserta pelatihan yaitu pakaian kerja tambahan dengan uang transpor dan selama pelatihan ini diberikan asuransi kecelakaan kerja.



Tinggalkan Balasan