Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bentrokan Pecah Saat Eksekusi Lahan di Makassar, Polisi Dihujani Batu hingga Diserang Busur

Bentrokan terjadi saat polisi mengawal proses pembacaan putusan eksekusi lahan sengketa di Kampung Ce'de, Jalan Daeng Tata 3, Kecamatan Tamalate, Makassar, Kamis (10/9/2026). Polisi disebut dihujani batu, petasan, hingga anak panah busur oleh massa yang menolak eksekusi. (ist)

Ia menjelaskan, polisi berada di lokasi untuk mendampingi pihak pengadilan membacakan keputusan terkait eksekusi lahan.

Namun, situasi berubah ketika massa mulai melakukan pelemparan.

“Jadi kita masuk untuk mendampingi pengadilan untuk membacakan keputusan eksekusinya. Tiba-tiba ada itu dari arah massa melempar. Dia mulai melempar,” lanjutnya.

Polisi sempat memilih bertahan meski terus mendapat serangan.

Kondisi semakin memanas setelah massa menggunakan petasan dan anak panah busur.

Di saat bersamaan, jumlah massa yang menolak eksekusi disebut terus bertambah sehingga kekuatan aparat menjadi tidak seimbang.

“Akhirnya dia melempar di sana pakai petasan, pakai busur. Akhirnya kita bertahan. Tapi rupanya melihat kita bertahan terus, dia panggil bantuan banyak sekali, dia cari bantuan dari luar,” bebernya.

Kericuhan tersebut akhirnya membuat pembacaan putusan eksekusi kembali tertunda.

Idris menyebut penundaan kali ini merupakan yang keempat.

“Tiga kali’mi tertunda. Yang pertama tidak jadi. Batal. Yang kedua batal. Yang ketiga batal. Katanya diajukan keberatan,” ungkapnya.

“Ini keempat kalinya, kita laksanakan. Namun gagal. Artinya gagal tidak jadi. Karena sesuatu yang lain hal,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini