Banjir Makassar: 545 Jiwa Mengungsi, Masjid dan Sekolah Jadi Posko Darurat
MAKASSAR, TEKAPE.co – Hujan deras sejak awal pekan menyebabkan banjir merendam sejumlah wilayah di Makassar, Sulawesi Selatan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 545 jiwa atau 169 kepala keluarga (KK) mengungsi ke masjid dan sekolah yang dijadikan posko darurat.
Di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, sebagian warga harus sahur di lokasi pengungsian.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Banjir di Delapan Kecamatan Maros, Ribuan Jiwa Terdampak
Tinggi air di rumah mereka mencapai bawah lutut, terutama di RT 2. Warga memilih mengungsi untuk keselamatan keluarga, khususnya anak-anak dan lansia.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau pengungsian di Masjid Jabal Nur, Selasa (24/2/2026) malam sekitar pukul 22.30 Wita.
Ia didampingi Kepala Pelaksana BPBD Makassar M. Fadli Tahar, Camat Manggala, dan lurah setempat.
BACA JUGA: BPBD Sulsel Minta Warga Waspada Hujan Lebat hingga 28 Februari
Berdasarkan data sementara, 11 KK menempati masjid tersebut.
Dalam kunjungan itu, Appi mengecek fasilitas pengungsian, mulai dari tempat tidur, logistik, hingga ketersediaan makanan untuk berbuka dan sahur.
Ia juga berdialog dengan warga untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak selama berada di pengungsian.
“Ada 11 KK mengungsi. Tinggi air di dalam rumah sekitar di bawah lutut, khususnya di RT 2. Kita berharap pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi bisa dimaksimalkan, terutama untuk balita dan lansia,” ujarnya.
Appi menegaskan Pemkot berkomitmen memastikan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak.
Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, perlengkapan tidur, dan layanan bagi kelompok rentan menjadi prioritas. Ia juga menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, camat, dan lurah untuk siaga dan melakukan pemantauan berkala.
Selain penanganan darurat, Pemkot Makassar akan mengevaluasi sistem drainase di Perumnas Antang untuk mitigasi jangka panjang.
Fadli Tahar menyebut tiga kecamatan terdampak cuaca ekstrem: Panakkukang, Manggala, dan Biringkanaya.
“Untuk tiga kecamatan ini memang rawan, setiap banjir pasti terdampak,” ujarnya.
Hingga Rabu (25/2/2026) pukul 06.25 Wita, jumlah pengungsi bertambah.




Tinggalkan Balasan