oleh

Akui Ada Keterlambatan, Gugus Covid-19 Palopo Minta Maaf dan Telah Lakukan Antisipasi

PALOPO, TEKAPE.co — Tim Gugus Tugas Covid-19 Palopo, yang juga Kadis Kesehatan Kota Palopo, Taufiq SKep MKes, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien covid-19 yang jenazahnya dikabarkan telantar.

Proses pemakaman seorang pasien Covid-19 itu diduga ditelantarkan dan tidak terurus di Kota Palopo, Jumat dini hari, 7 Januari 2021.

Pasien, Yohanis Lombok Manggera (70), warga Batusitanduk, Kabupaten Luwu, yang meninggal di RSUD Sawerigading Palopo, didiagnosa jantung dan divonis Covid-19 itu terlambat dimakamkan, lantaran petugas pemakaman covid-19 tidak menyiapkan kubur.

BACA JUGA:
Jenazah Covid-19 Diduga Terlantar di Palopo, Makam Belum Siap, Digali Sendiri Oleh Keluarga

Kadis Kesehatan Kota Palopo, Taufiq SKep Ns MKes, mengakui adanya keterlambatan pengurusan penguburan jenazah pasien Yohanis.

“Intinya, memang ada keterlambatan dalam proses penguburan jenazah tersebut, keterlambatan penggalian. Tapi tetap ada ada Satgas covid-19 yang ikut melakukan penggalian sampai selesai,” ujarnya.

Taufiq menuturkan memang ada keterlambatan penggalian kubur. Itu dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan.

“Pada malam yang bersaamaan ada beberapa kasus. Mungkin teman yang bertugas pada saat itu, karena tengah malam, (subuh) apalagi di atas sana itu jauh, kemudian batu-batu digali. Tetapi saat ini antisipasinya sudah ada.

“Sekarang itu, digali memang kuburan di atas dua. hari setiap terisi akan kembali digali dua lagi. Sehingga tidak ada lagi penggalian tengah malam, jika sewaktu-waktu jika ada pasien Covid-19 yang meninggal,” ujarnya.

Antisipasinya, pihaknya telah menggali memang 2 liang kuburan, karena diatas sana agak susah digali banyak batu-batu.

“Jadi, kita tidak minta -minta jika ada yang meninggal tengah malam, kita tidak lagi menggali. Bisa langsung saja kita perbaiki, dan dilakukan penguburan,” jelasnya.

Taufiq juga mengaku telah menghubungi pihak keluarga jenazah Yohanis, dan menyampaikan mohon bantuannya dan terimah kasih atas penyampaiannya.

“Mewakili teman-teman Satgas Covid-19 menyampaikan belasungkawa,
dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Mudah-mudahan itu menjadi pelajaran dan hari ini kita evaluasi,” katanya.

Taufiq mengatakan, hasil evaluasinya, memang harus ada antisipasi. Salah satunya, kuburan harus digali memang, karena adanya lonjakan kasus yang meninggal sebaiknya digali memang, di RS juga punya SOP paling lama di RS 4 jam. (rindu)

Komentar

Berita Terkait