Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Aksi Blokade Trans Sulawesi di Luwu Raya Lumpuhkan Lalu Lintas, Massa Tuntut Pemekaran Provinsi dan Luwu Tengah

Demonstran membawa keranda mayat bertuliskan “Gubernur Sulawesi Selatan” saat aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah di Desa Batu Lappa, perbatasan Kabupaten Luwu–Wajo, Senin sore, sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah daerah. (ist)

Ia menegaskan tuntutan utama massa adalah pembentukan Provinsi Luwu Raya serta Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah otonom baru.

Menurut Ardi, aksi tidak bersifat insidental dan akan terus berlanjut sampai ada kejelasan sikap pemerintah pusat.

BACA JUGA: Keranda Protes Gubernur Sulsel, Aksi DOB Luwu Raya Lumpuhkan Jalan Nasional

“Rencana aksi ini akan terus berlanjut. nanti akan dilakukan buka-tutup jalan selama satu jam, kemudian dilanjutkan kembali,” ucapnya.

“Aksi-aksi ini akan senantiasa ada jika pemerintah pusat belum memberikan jawaban secara jelas. Harapan kami ke depan, pemerintah segera menjawab tuntutan demonstran yang ada di Tana Luwu Raya ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Pemerintah pusat belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan pemekaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini