Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Dihearing, Kepala PLN Belopa Akui Ada Kelalaian Anggotanya Soal Pengalihan Tarif Listrik

LUWU, TEKAPE.co – Masyarakat atau konsumen listrik PLN di Luwu mengadu ke DPRD Luwu, terkait persoalan pelayanan PLN Belopa.

Beberapa konsumen mengeluhkan adanya pengalihan pelanggan listrik dari tarif bisnis yang lebih murah, ke rumah tangga, tanpa ada sepengetahuan konsumen.

Program tarif bisnis ini memang lebih murah, dibanding tarif rumah tangga. Tarif bisnis ini diperuntukkan bagi pelaku UKM.

Menanggapi keluhan itu, Komisi II DPRD Kabupaten Luwu melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing, dengan pihak PLN Belopa, di ruang Komisi II DPRD Luwu.

Ketua Komisi II DPRD Luwu, Wahyu Napeng, mengatakan, PLN harus meningkatkan pelayanan di Kabupaten Luwu.

Legislator PAN Luwu itu meminta, agar pihak PLN harus berhati-hati melaksanakan tugasnya, termasuk pengalihan pelanggan listrik dari sebelumnya bisnis ke rumah tangga.

“PLN harus serba hati-hati dalam bekerja, termasuk pengalihan pelanggan yang sebelumnya bisnis kemudian dialihkan ke pelanggan rumah tangga. Padahal konsumen ini nyata-nyata pengusaha. Jangan sampai kepentingan ini untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu, kemudian warga yang menjadi korban,” tegas Wahyu.

Legislator PAN itu mengatakan, ada juga pengaduan dari masyarakat agar PLN tidak harus sewenang-wenang mencabut aliran listrik masyarakat yang menunggak 1-2 bulan, seharusnya diberi penyampaian atau teguran.

“Kita juga minta PLN agar menentukan pelayanan yang baik ke warga, jangan baru menunggak 1-2 bulan, masyarakat diancam langsung di cabut aliran listriknya,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Luwu, Arbi Arsyad, mengatakan terkait dengan pelayanan PLN belum maksimal masih ada sifat arogansi dalam mengambil keputusan dan melaksanakan tugasnya di lapangan seharusnya masyarakat dilayani dengan baik.

“Jangan ada aturan senak-enaknya ke masyarakat, pelayanan ke masyarakat dilakukan dengan baik terutama masyarakat kecil,” jelasnya.

Selain itu, Arbi mengatakan bahwa PLN juga sangat kurang sosialisasi, dimana banyak yang mengatasnamakan Mitra PLN kemudian menawarkan pemasangan penutup Meteran listrik.

“Kita minta agar PLN memberikan sosialisasi terkait dengan program-programnya dan memberikan informasi ke masyarakat. Sangat sering kejadian mengatasnamakan Mitra PLN, kemudian menjual penutup meteran listrik dengan harga yang mahal, ini terjadi karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rayon PLN Belopa, Doni, mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan pihak pelapor dan telah dimediasi di DPRD Luwu.

Terkait tarif bisnis, itu berangkat dari Nawacita Presiden untuk mensejahterakan UMKM melalui tarif bisnis.

Namun beberapa kejadian ditemukan bahwa ada penggunaan hanya untuk tarif rumah tangga, namun merubah menjadi bisnis, sehingga setelah ada situasi ini PLN pusat meminta untuk menyisir tarif agar sesuatu peruntuhkannya. Tarif bisnis ke bisnis dan rumah tangga ke rumah tangga.

“Diketahui bahwa tarif bisnis itu lebih murah. Sebenarnya sasaran untuk masyarakat, dalam tanda kutip, masyarajat yang mengakali, seolah ada usahanya, agar dia dapat tarif bisnis, tapi ternyata pemakainya tarif rumah tangga,” kata Doni.

Ia mengatakan, maka dari itu pihaknya juga menyisir bukan cuma dalam tarif bisnis ke rumah tangga, tapi kalau ada bisnis tapi pemakaian tarifnya rumah tangga disampaikan untuk mengalihkan ke bisnis, cukup memperlihatkan situ dan siup usahanya.

“Untuk laporan warga itu kronologinya teman-teman PLN lakukan survey, dimana metode survey yang dilakukan kurang tepat. Yang disurvey saat itu posisi rumah kos, dalam regulasi kalau rumah kos harus tarif rumah tangga, cuma karena rumah kosong kita langsung eksekusi. Harusnya itu tidak boleh itu kelalaian anggota,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, memang ada usaha di belakang kosannya, pada waktu itu, tidak bisa diakses, karena orangnya tidak ada.

“Sudah diprotes sama orangnya, makanya kita lakukan survey ulang, kita cek dan usahanya benar ada jadi kita kembalikan,” jelasnya.

Doni, menyampaikan, terkait soal adanya yang mengaku mitra PLN untuk pemasangan penutup meteran listrik, agar tidak dilayani karena itu hanya oknum.

“Foto dan laporkan ke kami, pemeliharaan jaringan listrik oleh pihak PLN itu semua gratis,” tandasnya. (ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini