Atasi Limbah Rumah Tangga, Dinas PUPR Palopo akan Bangun Ipal Komunal
PALOPO, TEKAPE.co – Mengatasi persoalan limbah rumah tangga. Pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palopo saat ini tengah menjalankan program pengembangan teknologi pengolahan air minum dan air limbah.
Pelaksanaan program tersebut direalisasikan dengan pembangunan Ipal Komunal. Guna memaksimalkan kegiatan itu, pemerintah tidak tanggung-tanggung menggelontorkan anggaran.
Untuk masing-masing sanitasi Ipal Komunal, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 400 juta. Di Palopo sebanyak 4 kelurahan yang menerima bantuan program Ipal Komunal dan teknis pelaksanaanya melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Sistem kerja pada bangunan sanitasi Ipal Komunal tersebut yakni limbah dapur dan limbah tinja yang bersumber dari warga, melalui saluran pipa akan dibuang ke bak pembuangan.
Di dalam bak pembuangan yang telah disediakan dan dilengkapi dengan jaringan pipa. Nantinya akan terjadi proses pengolahan dan penyulingan terhadap limbah. Dan tahapan ini akan menghasilkan limbah berupa cairan air yang bersih dan tidak menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

Penandatanganan Kontrak Pembuatan Sanitasi Ipal Komunal di Dinas PUPR Palopo
“Program ini sebagai jawaban atas keinginan dan keresahan masyarakat terhadap persoalan limbah rumah tangga,” kata Kadis PUPR Palopo, Anthonius Dengen melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Palopo, Ali Kumaini ST, Selasa 3 Juli 2018.
Selain sebagai pelaksanaan fungsi pengawasan dan sebagai dinas teknik, Ali Kumaini menuturkan bahwa dirinya akan turun langsung kelapangan sebagai tanggung jawab moral terhadap masyarakat, baik dan tidaknya realisasi program yang dilaksanakan oleh masing-masing KSM.
“Kami sebagai funsi pengawasan harus pastikan program ini berjalan dengan baik. Agar masyarkat bisa menikmatinya dengan layak,” tuturnya.
Dirinya juga akan menekankan kepada KSM pentingnya sebuah kualitas pekerjaan. Apalagi pekerjaan dimaksud bertujuan untuk mensejahterakan kepentingan masyarakat banyak. KSM selaku pelaksana kegiatan diminta menjaga kualitas bahan yang digunakan. Karena kualitas bahan sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan.
“Jangan sekali kali mencari keuntungan dengan mengorbankan kualitas pekerjaan,” tegas Ali. (man)



Tinggalkan Balasan