Putus Sekolah Bukan Akhir Segalanya, PT Vale Fasilitasi Ijazah Paket C bagi Warga Pomalaa
KOLAKA, TEKAPE.co – Keterbatasan ekonomi dan kondisi kehidupan tak jarang membuat seseorang harus mengubur impian menyelesaikan pendidikan.
Namun, bagi warga di sekitar wilayah operasional PT Vale Indonesia Tbk di Pomalaa, kesempatan untuk meraih ijazah setara SMA kini kembali terbuka melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C.
Vale Indonesia, bagian dari holding pertambangan MIND ID, mendukung program tersebut bagi masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yakni Wundulako, Baula, Pomalaa, dan Tanggetada.
Penyerahan ijazah secara simbolis berlangsung di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Kolaka, Rabu (7/10/2026).
Program ini menyasar masyarakat usia sekolah hingga orang dewasa yang belum menuntaskan pendidikan menengah.
Ijazah Paket C yang diperoleh diharapkan menjadi modal untuk memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Bagi sebagian penerima manfaat, ijazah tersebut bukan sekadar bukti kelulusan. Dokumen itu menjadi kesempatan untuk mengejar peluang yang selama ini terbatas akibat tidak memiliki kualifikasi pendidikan setara SMA.
Harudin (53), warga Kolaka Sabilambo, menjadi salah satu penerima manfaat yang merasakan arti penting program tersebut.
Setelah sekian lama ingin memiliki ijazah setara SMA, ia kini berharap dapat memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Vale Indonesia. InsyaAllah ijazah ini akan saya gunakan untuk mencoba melamar pekerjaan,” kata Harudin.
Harapan serupa disampaikan Nur Hidayatullah (22). Ia menilai ijazah Paket C memberinya peluang lebih luas untuk bersaing dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Kami bangga memiliki ijazah Paket C ini karena memberikan kesempatan untuk mendaftar kerja setara dengan lulusan SMA,” ujarnya.
Dorong Akses Pendidikan dan Peluang Kerja
Head of External Relations Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan dukungan terhadap pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah pemberdayaannya.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat memiliki bekal lebih baik untuk membangun masa depan.
“Melalui dukungan terhadap Program Paket C ini kami membuka ruang kesetaraan bagi masyarakat, sehingga mereka dapat menjadi sumber daya yang berkualitas, mampu membangun masa depan yang sejahtera, dan menjadi generasi yang mendukung pertumbuhan daerah serta bangsa yang lebih kuat,” kata Endra.
Dukungan perusahaan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kolaka. Kepala Dinas Pendidikan Kolaka, Haji Yusrin Jafar, menilai keterlibatan Vale Indonesia dalam sektor pendidikan turut mendukung upaya peningkatan kapasitas masyarakat.
Ia berharap dukungan terhadap pendidikan tidak berhenti pada satu program, tetapi terus berlanjut demi memperluas akses pendidikan dan mendorong kemajuan daerah.
“Vale Indonesia selama ini menunjukkan perhatian nyata terhadap sektor pendidikan, baik melalui dukungan sarana dan prasarana maupun berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap kepedulian tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Pendidikan Jadi Bagian Pemberdayaan Masyarakat
Program Paket C merupakan salah satu kegiatan dalam Program Pengembangan Masyarakat Vale Indonesia. Perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan pada bidang kesehatan, kemandirian ekonomi, lingkungan, serta sosial budaya.
Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan dan pekerjaan, program kesetaraan ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi hambatan yang muncul akibat keterbatasan pendidikan formal.
Meski demikian, kepemilikan ijazah tetap perlu diikuti dengan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja agar manfaat pendidikan dapat dirasakan lebih luas.
Bagi Harudin dan Nur Hidayatullah, ijazah yang kini berada di tangan mereka menjadi langkah baru untuk memperjuangkan masa depan. Pendidikan yang sempat tertunda bukan lagi penghalang mutlak untuk mencoba peluang yang lebih baik. (*)





Tinggalkan Balasan