Andi Sudirman Tak Datang di HJL ke-758, Jalanan Membara oleh Tuntutan Provinsi Baru
PALOPO, TEKAPE.co – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman tidak hadir dalam puncak peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 yang digelar di Kota Palopo, Jumat (23/1/2026).
Ketidakhadiran orang nomor satu di Sulsel itu terjadi di tengah meningkatnya tensi politik dan gelombang tuntutan pemekaran wilayah di kawasan Luwu Raya.
Agenda puncak perayaan tetap digelar dengan rangkaian prosesi adat di SalassaE, Istana Datu Luwu. Acara diawali dengan Makkasiwiang, Mabbali Sumange’ dan Mappangngolo Lise’ Rakki’.
BACA JUGA: Batang Pohon Dibentangkan di Jembatan Baliase, Aksi Provinsi Luwu Raya Memanas
Dilanjutkan Mappasisele’ Lise’ Rakki’. Perjamuan adat Manre Saperra digelar mengelilingi Jalan Istana Datu Luwu, sebelum ditutup dengan malam puncak di halaman istana.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, Andi Sudirman memilih menunjuk Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Muhammad Arafah, sebagai perwakilan Pemprov Sulsel dalam peringatan tersebut.
Ketidakhadiran gubernur ini bertepatan dengan memanasnya situasi di wilayah Luwu Raya.
BACA JUGA: Makkasiwiang di Kedatuan Luwu, Pemkot Palopo Perkuat Silaturahmi Antardaerah
Sejumlah elemen masyarakat diperkirakan akan menggelar aksi besar-besaran yang berpotensi melumpuhkan ruas jalan di Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, hingga Luwu Timur.
Warga membawa tuntutan utama pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), yakni Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.
Gelombang protes ini diproyeksikan menjadi tekanan politik terbuka terhadap pemerintah provinsi dan pusat, di tengah perayaan yang seharusnya menjadi simbol persatuan dan sejarah perlawanan rakyat Luwu.
Hingga saat in, aparat keamanan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi dampak aksi terhadap kelancaran lalu lintas dan jalannya rangkaian acara adat.(*)



Tinggalkan Balasan