Bersama Massa Silu Raya, DPRD Luwu Suarakan Pembentukan Provinsi Luwu Raya
LUWU, TEKAPE.co – Ketua dan Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu turun ke jalan menyuarakan aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Mereka bergabung dalam aksi mimbar orasi yang digelar Organisasi Masyarakat Silu Raya di pintu masuk ibu kota Kabupaten Luwu, Belopa, Desa Cimpu, Rabu, 21 Januari 2026.
Aksi tersebut diikuti pimpinan dan anggota DPRD Luwu yang dipimpin langsung Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali. Para legislator ini menyatakan dukungan terbuka terhadap perjuangan pembentukan DOB Kabupaten Luwu Tengah sekaligus Provinsi Luwu Raya.
Dalam orasinya, Ahmad Gazali menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Luwu bukan isu baru. Menurut dia, upaya pembentukan DOB Luwu Raya telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari sejarah keluarga sekaligus tanggung jawab moral yang harus dilanjutkan.
“Ayah saya adalah mantan legislator Luwu yang sejak dulu turut memperjuangkan pemekaran Luwu. Hari ini saya juga harus berjuang untuk memekarkan DOB Luwu Raya,” kata Ahmad Gazali di hadapan massa aksi.
Anggota DPRD Luwu dari Fraksi Partai NasDem, Basaruddin, juga menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah dalam mendukung perjuangan tersebut. Ia meminta para pejuang DOB Luwu Raya tidak meragukan sikap DPRD Luwu.
“Kami memiliki komitmen yang sama dan mendukung penuh perjuangan adik-adik semua. Yang pasti, Luwu Raya adalah harga mati,” ujarnya.
Basaruddin meminta agar ruang gerak politik DPRD tetap dijaga agar perjuangan dapat dilakukan secara maksimal, termasuk di tingkat pusat. Ia menyebut seluruh anggota DPRD Luwu akan berupaya langsung menyuarakan aspirasi itu ke pemerintah pusat.
“Teman-teman kita insya Allah akan berjuang di Jakarta agar DOB Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya segera terbentuk. Semoga perjuangan ini cepat terealisasi. Pesan saya, jangan nodai perjuangan kita,” kata dia.
Dukungan senada disampaikan anggota DPRD Luwu dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arfan Basmin. Ia menyebut perjuangan pembentukan DOB Luwu Raya sebagai perjuangan historis yang tidak boleh berhenti di tengah jalan.
“DOB Luwu adalah sebuah janji dari Presiden Bung Karno. Olehnya itu tidak ada alasan untuk tidak memperjuangkannya sampai terbentuk Provinsi Luwu Raya. Biarkan kita mengelola daerah kita sendiri,” ujar Arfan Basmin.
Dalam aksi tersebut, para anggota DPRD Luwu terlihat turun bersama massa dengan mengenakan ikat kepala bertuliskan Luwu Tengah sebagai simbol dukungan terhadap perjuangan pemekaran wilayah.
Aksi unjuk rasa ini sempat menutup total Jalan Trans Sulawesi di pintu masuk Belopa. Akibatnya, terjadi antrean kendaraan dan kemacetan panjang dari dua arah. Meski demikian, massa aksi menyatakan penutupan jalan tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Luwu Raya.
Aksi ini menegaskan bahwa tuntutan pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya tidak hanya datang dari elemen masyarakat, tetapi juga memperoleh dukungan langsung dari para wakil rakyat di DPRD Luwu. (*)



Tinggalkan Balasan