Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Datu Luwu ke-40 Restui Perjuangan Provinsi Luwu Raya, Sampaikan Harapan Sebelum Usia Senja

Datu Luwu ke-40, H Andi Maradang Mackulau, SH, menerima kunjungan Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPLR), di Istana Kedatuan Luwu di Kota Palopo, Jumat (16/1/2026). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co Suasana Istana Kedatuan Luwu di Kota Palopo, Jumat (16/1/2026), dipenuhi rasa haru saat Datu Luwu ke-40, H Andi Maradang Mackulau, SH, menerima kunjungan Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPLR).

Di hadapan para tokoh dan pejuang pemekaran, Datu Luwu menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan menjadikan Luwu Raya sebagai provinsi baru.

Dengan suara bergetar, Datu Luwu mengaku tersentuh melihat semangat kebersamaan yang terus terjaga dalam barisan perjuangan tersebut.

Pada usianya yang ke-70 tahun ini, ia menyampaikan harapan terdalamnya agar cita-cita besar masyarakat Tana Luwu dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama.

“Saya sudah 70 tahun. Saya sangat berharap bisa menyaksikan Luwu Raya menjadi provinsi sebelum saya wafat,” ucap Datu Luwu, disambut keheningan penuh makna dari para hadirin.

Ia menegaskan, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya sama sekali tidak bertentangan dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, aspirasi ini murni bertujuan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak pernah berniat keluar dari NKRI. Yang kami perjuangkan hanyalah Luwu Raya menjadi provinsi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Datu Luwu menyebut Luwu Raya memiliki potensi sumber daya alam dan kekuatan sosial yang besar, sehingga layak menyandang status sebagai daerah otonomi tingkat provinsi. Ia menilai pemekaran akan membuka ruang pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.

Tak lupa, ia memberikan apresiasi kepada generasi muda dan para pejuang yang terus melanjutkan perjuangan para pendahulu Tana Luwu.

“Saya terharu melihat semangat anak-anak kita yang tetap saling menguatkan untuk melanjutkan perjuangan orang tua dan leluhur kita,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Presidium GPPLR, Karemuddin, menyampaikan penghormatan mendalam atas restu Datu Luwu. Ia menilai dukungan tersebut memiliki makna moral dan historis yang sangat kuat bagi gerakan rakyat.

“Restu Datu Luwu adalah cahaya bagi perjuangan kami. Ini bukan sekadar dukungan, tetapi amanah sejarah,” ujar Karemuddin.

Ia menegaskan bahwa GPPLR akan terus bergerak secara damai, konstitusional, dan bermartabat, demi masa depan generasi Luwu Raya.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah agenda sesaat, melainkan ikhtiar panjang untuk memastikan anak cucu Tana Luwu memperoleh masa depan yang lebih baik.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh lintas organisasi, di antaranya Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT), Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Luwu Utara, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Luwu Utara, serta sejumlah aktivis dari berbagai elemen masyarakat Luwu Utara. (accy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini