Detik-detik Tahun Baru, Api Menghanguskan Rumah Warga Luwu
LUWU, TEKAPE.co – Pergantian tahun membawa petaka bagi Mansur (45), warga Dusun Malenggang, Desa Puty, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Rumah panggung miliknya hangus terbakar jelang detik-detik Tahun Baru 2026, Rabu malam, 31 Desember 2025.
Kebakaran terjadi sekira pukul 23.45 Wita, saat lingkungan sekitar masih sepi.
Api dengan cepat membesar karena hampir seluruh bagian rumah terbuat dari material kayu.
Dalam hitungan menit, bangunan berukuran 6 x 12 meter itu beserta seluruh isinya ludes dilalap si jago merah.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Wilayah Ponrang, Mardati mengatakan, satu unit pemadam dari Pos Damkar 106 dikerahkan ke lokasi dengan sembilan personel.
BACA JUGA: Hujan-Angin Terjang Makassar, Pohon Tumbang Rusak Lima Rumah
Jarak pos pemadam sekitar 17 kilometer dari rumah korban.
“Petugas tiba pukul 00.00 Wita dan langsung melakukan pemadaman selama kurang lebih 55 menit sampai api benar-benar padam,” kata Mardati, Kamis (1/1/2026).
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, empat orang penghuni rumah terdampak dan kehilangan tempat tinggal.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Kobaran api yang tiba-tiba membesar sempat membuat warga panik.
Sejumlah warga mengira kebakaran dipicu ledakan petasan, mengingat kejadian berlangsung di malam pergantian tahun.
Setelah memastikan api berasal dari dalam rumah, warga berusaha melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya.
Upaya tersebut tak membuahkan hasil karena api terlanjur membesar.
Petugas pemadam sempat berupaya mencegah api menjalar ke rumah warga lain.
Namun, bangunan rumah Mansur tak dapat diselamatkan dan akhirnya rata dengan tanah.
Mansur mengungkapkan, sebelum kebakaran, ia sempat menyalakan obat anti nyamuk di dalam rumah.
Tak lama kemudian, ia merasakan hawa panas dari bagian depan rumah.
“Saya masuk rumah dan bakar obat nyamuk. Saya rasa panas dari depan, lalu keluar. Tidak lama api sudah menyala,” ujarnya.
Api dengan cepat merambat ke bagian atas rumah.
Meteran listrik yang terpasang ikut terjatuh saat api mulai melalap bangunan.
“Api terlihat dari atas, meteran listrik sudah jatuh. Api cepat sekali menghabiskan isi rumah,” katanya.
Dua unit sepeda motor, satu lemari es, lemari pakaian, pakaian, pupuk, serta empat karung gabah tak terselamatkan.
Sejumlah dokumen penting, termasuk ijazah, ikut hangus terbakar.
“Motor dua unit, kulkas, lemari, gabah empat karung, pupuk, pakaian, sama ijazah semua habis,” kata Mansur.
Saat menyelamatkan diri, Mansur dan keluarganya hanya mengenakan pakaian yang melekat di badan.
“Kami keluar rumah cuma pakai satu lembar baju dan sarung,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, Mansur dan keluarganya kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat.(*)



Tinggalkan Balasan