Pertamina Bongkar Transportir Ilegal di Luwu Raya, Katana Global Trade Disorot
PALOPO, TEKAPE.co – PT Katana Global Trade, perusahaan yang selama ini lalu-lalang sebagai penyalur BBM industri di wilayah Luwu Raya, akhirnya secara resmi dinyatakan sebagai transportir ilegal oleh PT Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi Selatan.
Kepastian itu disampaikan Humas Pertamina Region Sulsel, Yukoana Walangadi, saat dikonfirmasi wartawan.
“PT Katana Global Trade bukan agen maupun transportir resmi PT Pertamina Patra Niaga,” ujar Yukoana tegas melalui pesan singkat.
BACA JUGA: PT Katana Global Diduga Terlibat Penyedotan Solar Ilegal di Luwu Raya
Selama bertahun-tahun, mobil-mobil tangki berlabel perusahaan tersebut beroperasi di Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara hingga Luwu Timur.
Armada yang membawa tulisan BBM Industri itu diduga kuat menjadi bagian dari skema penyelewengan solar subsidi.
Modusnya klasik namun rapi, mereka disebut menyedot solar subsidi dari jaringan penampung ilegal, kemudian mengoplosnya sebagai BBM industri.
Setelah itu, muatan dibawa ke Morowali, Sulawesi Tengah, untuk dijual dengan harga jauh lebih tinggi sesuai tarif industri.
Yang mengherankan, operasi ini berlangsung lama tanpa tindakan berarti dari aparat penegak hukum.
Akibatnya, kelangkaan solar subsidi kerap berulang di Luwu Raya karena stok disedot oleh mata rantai penyeludupan.
Desakan publik pun menguat. Pertamina dan Polda Sulsel diminta membuka kembali peta distribusi solar subsidi, melakukan audit menyeluruh dan menindak tegas pemilik armada yang terbukti melanggar hukum.
“Jangan sampai pergantian kepemimpinan di Polda Sulsel dimanfaatkan para mafia BBM untuk kembali bebas bergerak. Negara tidak boleh kalah,” kata Ahmad, penggiat sosial dari LSM Progres.(*)



Tinggalkan Balasan