Rektor UIN Palopo Klaim Tidak Ada Korban, Kasus Dugaan Pelecehan Dosen Tuai Kontroversi
PALOPO, TEKAPE.co – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang dosen berinisial TT di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo memasuki babak kontroversial.
Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, menyatakan mahasiswa yang diduga korban tidak merasa dilecehkan.
“Saya sudah bertemu dengan pemilik akun Instagram yang tangkapan layarnya beredar. Ia mengakui percakapan itu dari akunnya, tapi sudah lama, lebih dari satu tahun lalu,” kata Abbas kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).
Menurut Abbas, mahasiswa itu telah memblokir akun TT dan tidak menganggap dirinya sebagai korban.
Ia juga memastikan interaksi akademik keduanya minim.
“Selama proses belajar tidak ada interaksi. Sejak perkenalan di Instagram tidak pernah bertemu kecuali dalam perkuliahan,” ujarnya.
Namun, keterangan berbeda datang dari MP (21), teman dekat korban. Ia menyebut TT awalnya menghubungi korban lewat Instagram dengan mengaku sebagai senior.
Puncaknya, pada 17 September lalu, dosen itu diduga mengirim foto tidak senonoh ke WhatsApp korban.
“Ada salah satu mahasiswa yang menjadi korban, dikirimi foto kelamin,” kata MP, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, korban merasa trauma dan kemudian menceritakan kejadian itu kepada rekan-rekannya.
Meski isu ini ramai diperbincangkan, mahasiswa tidak melaporkannya ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Palopo.
Mereka menilai satgas tidak mampu menangani kasus serupa.
“Kami menganggap Satgas PPKS berusaha menutupi kasus pelecehan demi nama baik kampus. Pelaku masih berkeliaran,” ujar MP.
Belakangan, mahasiswa menempel poster di lingkungan kampus dan menyebarkan isu ini ke media sosial sebagai bentuk protes.(*)



Tinggalkan Balasan