Tekape.co

Jendela Informasi Kita

559 Pelanggaran Ditindak Selama Operasi Patuh 2025 di Palopo, Helm Masalah Utama

Satlantas Polres Palopo, saat menggelar Operasi Patuh Pallawa 2025. (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Upaya peningkatan disiplin berlalu lintas kembali digencarkan Kepolisian melalui gelaran Operasi Patuh Pallawa 2025, yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Di Kota Palopo, tercatat sebanyak 559 pelanggaran berhasil ditindak oleh jajaran Satlantas selama operasi berlangsung.

Penindakan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile, tilang manual di lapangan, hingga teguran simpatik.

Dari angka tersebut, pelanggaran terbanyak masih didominasi pengendara sepeda motor.

“Kami mencatat ada 559 pelanggar, terdiri dari 2 pelanggaran melalui ETLE Mobile, 130 ditilang langsung, dan 242 kami beri teguran,” ujar Kasat Lantas Polres Palopo, AKP Syaharuddin, Selasa (29/7/2025.

Dari total tersebut, pelanggaran paling tinggi ditemukan pada pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, yakni sebanyak 391 kasus.

“Pelanggaran helm ini yang paling mencolok. Banyak pengendara masih belum sadar bahwa helm adalah pelindung paling mendasar ketika terjadi kecelakaan,” lanjutnya.

Selain itu, pengendara di bawah umur juga tercatat sebagai salah satu pelanggaran signifikan, yakni sebanyak 50 kasus.

Sementara pelanggaran administratif, seperti tidak membawa surat-surat kendaraan, mencapai 23 kasus, dan kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai standar berjumlah 30 pelanggar.

Tak hanya pengendara motor, pengemudi mobil pribadi dan truk pun tak luput dari penindakan.

Polisi menemukan 43 pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan dan 22 kasus terkait surat-surat kendaraan yang tidak lengkap.

Meski sanksi tilang tetap diberlakukan, Syaharuddin menegaskan bahwa pendekatan preventif dan edukatif masih menjadi garda terdepan.

Hal itu tercermin dari 242 pengendara yang hanya diberikan teguran simpatik.

“Jika pelanggaran dinilai tidak membahayakan langsung, kami kedepankan edukasi. Tapi untuk pelanggaran berat seperti pengendara di bawah umur atau tidak pakai helm, tetap kami tindak tegas,” katanya.

Operasi Patuh ini, menurut dia, bukan sekadar penindakan hukum, melainkan bagian dari kampanye keselamatan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan beradab.

“Harapan kami, operasi ini menjadi momentum perbaikan perilaku berkendara masyarakat. Kesadaran itu tidak bisa dibangun hanya dengan sanksi, tapi juga dengan pembiasaan dan pendidikan di jalan raya,” pungkasnya.

Polres Palopo memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keselamatan lalu lintas di seluruh wilayah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini