Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Satpam Bobol ATM di Wajo Diringkus, Gasak Ratusan Juta Rupiah

Pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). (ist)

WAJO, TEKAPE.co – Polres Wajo berhasil mengungkap kasus pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dilakukan oleh seorang satpam di Wajo.

Pelaku diketahui bernama Ainun Adhe Sumitra, 27 tahun, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers di Mapolres Wajo, Kamis, 26 Juni 2025.

Turut mendampingi, Kasat Reskrim Polres Wajo, Iptu Fahrul dan Kanit Pidum Ipda Muhlis.

BACA JUGA: Tiga ATM Bank Sulselbar Dibobol, Polisi Buru Pelaku Diduga Oknum Internal

Fahrul menjelaskan bahwa pelaku melancarkan aksinya seorang diri.

“Pelaku merupakan satpam di salah satu bank di Wajo. Ia mengatur jadwal kerja dengan berpura-pura bertukar shift demi menjalankan rencananya,” ujarnya.

Dengan posisi sebagai petugas keamanan, Ainun mencuri kunci mesin ATM.

Pelaku kemudian membobol dua lokasi ATM yang berada di Sabbangparu dan Pammana, Kabupaten Wajo.

Aksi pencurian dilakukan dengan membuka ATM menggunakan kunci tersebut.

“Modusnya sederhana, pelaku mengambil kunci lalu membuka mesin ATM. Ia mencuri uang di dua tempat, Sabbangparu dan Pammana,” kata Fahrul.

Kejahatan ini nyaris tak terungkap. Namun, kerusakan pada fasilitas Kantor Cabang Sengkang yang dilakukan pelaku untuk mengelabui pihak bank justru menjadi titik awal terbongkarnya aksi tersebut.

Polisi lalu melakukan pengejaran hingga ke luar daerah.

“Kami bekerja sama dengan Polresta Manado setelah mengetahui pelaku kabur ke Kecamatan Sario, Manado, Sulawesi Utara,” tutur Fahrul.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai Rp410.700.000, lima kaset ATM, sebuah obeng, dan pemotong kertas yang digunakan untuk merusak fasilitas kantor.

Ainun dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Penyelidikan masih kami lanjutkan,” pungkas Fahrul.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini