Tekape.co

Jendela Informasi Kita

1.574 Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Pemkab Luwu Timur Siapkan Langkah Darurat

Rapat koordinasi lintas instansi untuk menyiapkan langkah penanganan darurat guna mencegah gagal panen, di Aula DPKP Luwu Timur, Malili, Rabu (12/8/2026). (ist)

MALILI, TEKAPE.co — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan yang mulai mengancam sektor pertanian.

Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat 1.574,87 hektare tanaman padi di sejumlah wilayah mulai terdampak kekurangan air.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Luwu Timur menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk menyiapkan langkah penanganan darurat guna mencegah gagal panen.

Rakor itu digelar di Aula DPKP Luwu Timur, Malili, Rabu (12/8/2026).

Kepala DPKP Luwu Timur, Subhang, mengatakan mayoritas tanaman padi saat ini berumur 40–45 Hari Setelah Tanam (HST) dan dalam waktu dekat memasuki fase pembentukan bunga dan biji yang sangat membutuhkan pasokan air.

“Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan produksi bahkan memicu puso atau gagal panen,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Luwu Timur menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya memperbarui data lahan terdampak untuk menentukan skala prioritas penanganan, mengoptimalkan sumber air alternatif melalui pompa dan sumur bor, serta mendorong pengerukan sedimentasi pada saluran irigasi dan embung.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk distribusi air darurat ke wilayah yang mengalami krisis air.

Pemkab juga meminta penyesuaian jadwal buka-tutup saluran irigasi agar kebutuhan air tanaman pada fase kritis tetap terpenuhi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini