Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Siswa SMPN 2 Rantepao Protes Jadwal Buka-Tutup Gerbang, Terpaksa Menunggu di Bahu Jalan

RANTEPAO, TEKAPE.coSejumlah siswa SMPN 2 Rantepao memprotes jadwal buka-tutup gerbang sekolah yang dinilai tidak konsisten.

Para siswa mengaku harus menunggu di luar gerbang hingga kepala sekolah dan guru selesai memberikan pengarahan di lapangan sebelum pintu masuk kembali dibuka, Selasa (10/02/2026) pagi.

Padahal, berdasarkan jadwal resmi, jam masuk sekolah ditetapkan pukul 07.00 Wita. Namun, menurut pengakuan siswa, gerbang terkadang sudah ditutup sebelum waktu tersebut, atau sebaliknya dibuka setelah pengarahan selesai.

Kondisi ini membuat sejumlah siswa terpaksa berdiri di bahu jalan dan depan gerbang sekolah sambil menunggu.

Situasi tersebut dinilai membahayakan karena lokasi sekolah berada di jalur yang dilalui kendaraan.

“Biasanya sebelum jam 7 kami sudah tiba, Pak. Tapi kadang tiba-tiba gerbang sudah ditutup. Mau tidak mau kami menunggu pengarahan bapak ibu guru di lapangan baru gerbang dibuka,” ujar salah seorang siswa yang meminta namanya disamarkan.

Menurut siswa itu, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia dan teman-temannya mengaku sudah terbiasa berdiri di luar gerbang jika dianggap terlambat.

“Kadang jadwalnya molor, kadang juga tidak. Padahal kami tiba pas jam 7 kurang sedikit. Tapi tetap tidak bisa masuk,” tambahnya.

Ironisnya, di antara siswa yang menunggu di luar gerbang, terdapat seorang siswa yang belum lama ini mengalami kecelakaan lalu lintas.

Dengan kondisi masih menggunakan tongkat penyangga, ia tetap harus berdiri di luar area sekolah sambil menunggu gerbang dibuka.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Pemerhati Pendidikan turut angkat bicara. Yohanes, ST, menilai kebijakan penutupan gerbang perlu dievaluasi, terutama dari aspek keselamatan siswa.

“Kalau memang ada siswa yang terlambat, sebaiknya tetap diarahkan masuk ke dalam lingkungan sekolah untuk diberikan pembinaan. Jangan dibiarkan menunggu di luar, apalagi di pinggir jalan. Itu berisiko dan membahayakan,” tegas Yohanes.

Ia juga menyoroti aspek estetika dan citra pendidikan. Menurutnya, pemandangan siswa berderet di depan gerbang sekolah bukanlah hal yang mencerminkan suasana pendidikan yang ramah anak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 2 Rantepao belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme buka-tutup gerbang sekolah serta alasan kebijakan tersebut diberlakukan. (Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini