Pingsan di Ruko hingga Trauma, Kronologi Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UIN Palopo
PALOPO, TEKAPE.co – Seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, berinisial ER, dilaporkan ke kepolisian atas dugaan pelecehan terhadap seorang wanita berusia 18 tahun.
Kronologi peristiwa terungkap melalui keterangan ibu korban, Nurmiati.
Menurut Nurmiati, peristiwa bermula saat putrinya pingsan saat berjualan di ruko, hanya didampingi seorang teman.
BACA JUGA: Dugaan Pelecehan Dosen UIN Palopo, Guru Besar UIN Makassar: Biarkan Hukum Bicara
“Kan kemarin itu anakku kerja di kedai, dibelakanya itu ruko, saat pingsan dia cuma berdua temannya di situ,” ujarnya, Kamis (5/1/2026).
Ibu korban menyebut ER tiba menggunakan mobil dan membantu teman korban mengangkat korban masuk ke ruko.
“Jadi pengakuan temannya anakku, yang merekomendasikan ke ruko itu dosen sendiri,” jelasnya.
BACA JUGA: Dosen UIN Palopo Bantah Lakukan Pelecehan, Klaim Bertindak atas Dasar Kemanusiaan
Nurmiati menuturkan korban masih dalam kondisi setengah sadar, namun tidak berdaya.
“Pas di dalam dia itu anakku agak sadar ji, dia rasakan itu… bajunya dikasi masuk tangan, setelah itu pipinya ditepuk. Cuma saat itu anakku belum bisa buka matanya, belum ada katanya tenaganya,” ungkapnya.
Menurut Nurmiati, dugaan pelecehan terjadi saat korban lemah.
“Pas sudah ditepuk pipinya, dia bukami celananya, makanya dia berusaha bangun,” imbuhnya.
Korban kemudian bangun dan ER berpura-pura duduk mengambil air, sebelum korban akhirnya histeris dan berlari keluar.
Nurmiati membantah klaim Prof ER yang menyebut adanya keponakan perempuannya di lokasi kejadian.
“Ibu penjaga toko ada memang tapi nanti pas teriak anakku baru datang, bisa semua terpantau di CCTV,” tegasnya.
Saat ini, korban masih dirawat di RSUD Sawerigading Palopo dan mengalami trauma berat. Ia bahkan pingsan saat melaporkan kejadian ke Polres Palopo.
“Itu anakku masih di RSUD Sawerigading, masih trauma. Karena pas buat laporan dia pingsan lagi di kantor polisi,” tutup Nurmiati.(*)



Tinggalkan Balasan