Konfercab VII NU Bulukumba Tetapkan KH Tjamiruddin dan KH Abdul Hakim Bukhari Pimpin PCNU 2025-2030
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Konferensi Cabang (Konfercab) VII Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bulukumba resmi menetapkan KH Tjamiruddin sebagai Rais Syuriyah dan Dr KH Abdul Hakim Bukhari sebagai Ketua Tanfidziyah masa khidmah 2025–2030.
Penetapan dilakukan melalui sidang pleno Konfercab yang digelar di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Ahad, 8 Februari 2026.
Forum permusyawaratan tertinggi NU tingkat cabang itu diikuti 10 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Bulukumba serta satu Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Masyarakat Hukum Adat Kajang yang memiliki hak suara.
Proses pemilihan diawali dengan pengusulan calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) oleh seluruh MWCNU dan MWCINU.
Hasil tabulasi menetapkan lima peraih suara terbanyak, yakni KH Tjamiruddin (10 suara), KH Patahuddin (8 suara), KH Musytari Randa (8 suara), KM Rusli Rahman (7 suara), dan KH Syarkawi (4 suara).
Tim AHWA kemudian bermusyawarah secara internal dan secara mufakat menetapkan KH Tjamiruddin sebagai Rais Syuriyah PCNU Bulukumba.
Sementara itu, penetapan Ketua Tanfidziyah berlangsung pada Sidang Pleno IV yang dipimpin jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan.
Sidang dipimpin Dr KH Abbas Husain sebagai ketua, Muhajir sebagai sekretaris, serta Muhammad Nur Al Ala dari unsur steering committee kepengurusan caretaker.
Dalam sidang tersebut, seluruh MWCNU dan MWCINU secara aklamasi mengusulkan satu nama. Atas kesepakatan bulat serta persetujuan Rais Syuriyah terpilih, Dr KH Abdul Hakim Bukhari ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah.
Konfercab turut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba H Andi Edy Manaf, jajaran PWNU Sulawesi Selatan, perwakilan Kantor Kementerian Agama Bulukumba, Ketua MUI, pimpinan pondok pesantren, pengurus badan otonom dan lembaga NU, serta seluruh MWCNU.
Dalam sambutannya, KH Tjamiruddin menekankan arah kepemimpinan NU yang berorientasi pada pengabdian.
“Kepengurusan ini bukan soal jabatan, tetapi amanah. Kita ingin PCNU Bulukumba hadir sebagai penuntun umat, penyejuk sosial, dan mitra strategis dalam membangun daerah,” tegasnya.
Ketua Tanfidziyah terpilih Abdul Hakim Bukhari menyatakan komitmennya mengaktifkan kembali struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Ia menargetkan penguatan peran MWC, badan otonom, lembaga, hingga ranting agar aktivitas NU lebih menggeliat.
Abdul Hakim sebelumnya juga menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU Bulukumba periode 2020–2025. Terpilihnya kembali pada Konfercab kali ini menandai periode kepemimpinan keduanya.
Konfercab VII PCNU Bulukumba mengusung tema ‘Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan dalam Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.’ (*)



Tinggalkan Balasan