Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Gubernur Sulsel Bongkar Biang Antrean BBM 750 Meter di Makassar, 3 Nozzle Dibiarkan Menganggur

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan sidak di SPBU Pertamina 74.902.31, Jalan AP Pettarani, Makassar, di tengah antrean kendaraan yang mengular hingga 750 meter. Dalam sidak tersebut, gubernur menemukan hanya satu operator melayani empat nozzle pengisian BBM. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengular hingga sekitar 750 meter.

Antrean panjang itu terjadi di SPBU Pertamina 74.902.31 di Jalan AP Pettarani, tepat di samping Warung Coto Paraikatte.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Ekspresi Geram Wabup Mimik Saat Sidak Pembangunan Pasar Taman Sidoarjo

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bahkan turun langsung mengecek kondisi SPBU melalui inspeksi mendadak (sidak), Kamis (10/9/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pengecekan ganda atau double check terhadap laporan pasokan BBM yang sebelumnya diterima dari pihak Pertamina.

Saat tiba di lokasi, Andi Sudirman melihat langsung antrean kendaraan yang memanjang hingga badan jalan.

BACA JUGA: 9 Talang Tambang Dibongkar, Puluhan Excavator Masih Nongkrong di Lokasi PETI Luwu

Ia juga sempat mendatangi sejumlah pengendara yang masih bertahan dalam antrean untuk mendapatkan BBM.

“Berapa jam’ki mengantre?” tanya Andi Sudirman kepada salah seorang pengendara.

“Dari tadi pagi, Pak,” jawab pengendara tersebut.

Dari pengecekan itu, ditemukan persoalan teknis operasional yang ikut memperparah panjangnya antrean.

Andi Sudirman mendapati fasilitas pengisian BBM di SPBU tersebut belum digunakan secara optimal.

Dari empat nozzle yang tersedia, hanya satu yang dilayani operator.

Bahkan, operator yang berjaga diketahui masih berstatus tenaga training.

Sementara tiga nozzle lainnya tidak digunakan karena tidak ada petugas yang melayani.

Kondisi itu langsung mendapat teguran dari Andi Sudirman.

Ia menghubungi pemilik SPBU melalui telepon dan meminta agar persoalan manajemen tersebut segera dibenahi.

“Ini nozzle-nya empat, tetapi cuma satu orang. Tertibkan dulu ini, wajib satu nozzle satu orang. Harusnya pegawainya banyak,” ujar Andi Sudirman kepada pengelola SPBU.

Tak hanya persoalan jumlah operator, gubernur juga menemukan aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken.

Pengisian tersebut diduga berkaitan dengan aksi panic buying yang membuat waktu pelayanan menjadi lebih lama dan ikut menghambat antrean kendaraan.

Dalam sidak itu, juga muncul laporan awal mengenai dugaan adanya modifikasi tangki pada kendaraan yang digunakan untuk mengisi BBM.

Temuan-temuan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi Pemprov Sulsel bersama Satgas BBM untuk melakukan penertiban terhadap rantai distribusi BBM.

“Sidak SPBU di Makassar ini untuk mengecek langsung yang terjadi di lapangan sebagai double check laporan pihak Pertamina. Di lapangan terjadi kekurangan operator, nozzle hanya diisi satu orang tenaga training dan tiga nozzle standby,” kata Andi Sudirman.

“Juga terpantau pengisian jeriken bisa karena panic buying oleh orang-orang tertentu yang menghambat antrean. Beberapa laporan sementara ada modifikasi tangki BBM, dan tentu semua akan diproses sesuai ketentuan,” jelasnya.

Andi Sudirman memastikan pengawasan terhadap SPBU di Sulsel tidak berhenti pada sidak tersebut.

Pemprov Sulsel bersama Satgas BBM akan melakukan pemantauan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan pasokan yang disebut aman oleh Pertamina benar-benar tersalurkan kepada masyarakat.

“Stok BBM Sulsel juga akan kami pantau dalam 1-2 hari ke depan sebagai double check laporan pihak Pertamina jika stok aman. Kami memantau semua SPBU bersama Satgas. Harap semua warga bersabar, tim Satgas sedang bekerja bersama Bupati, Walikota, dan Forkopimda se-Sulsel,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini