Ekspresi Geram Wabup Mimik Saat Sidak Pembangunan Pasar Taman Sidoarjo
“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.
Mimik secara khusus menyoroti keterlambatan sejumlah pekerjaan. Menurut evaluasi yang disampaikannya, progres pembangunan pagar secara keseluruhan baru sekitar 25 persen, sedangkan pekerjaan saluran air masih belum menunjukkan progres.
“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.
Selain kontraktor, perhatian Mimik juga tertuju pada fungsi pengawasan. Ia mendapat informasi bahwa konsultan pengawas telah memberikan teguran tertulis hingga empat kali. Namun, teguran tersebut dinilai belum mendapat respons yang semestinya.
“Pengawas juga sudah bersurat sampai empat kali, tetapi tidak dihiraukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” tegasnya.
Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari dua bulan, Mimik meminta semua pihak terkait segera mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.





Tinggalkan Balasan