Tekape.co

Jendela Informasi Kita

[Editorial] HPN 2026: Pers sebagai Penjaga Kepentingan Umum

Logo Hari Pers Nasional (HPN) 2026. (ist)

HPN. Hari Pers Nasional 2026 bukan sekadar penanda usia atau perayaan seremonial bagi insan media. Ia adalah momentum untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, lalu bertanya dengan jujur: masihkah pers berdiri tegak sebagai penjaga kepentingan umum?

Di tengah derasnya arus informasi, kepentingan ekonomi, dan tekanan kekuasaan, pers menghadapi ujian yang kian kompleks.

Kecepatan sering mengalahkan ketepatan, popularitas menggeser kedalaman, dan algoritma perlahan menggantikan nurani. Dalam situasi ini, idealisme pers bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan.

Sejak kelahirannya, pers Indonesia memikul amanat besar: mencerdaskan kehidupan bangsa, mengawasi kekuasaan, dan memberi ruang bagi suara yang kerap terpinggirkan.

Pers hadir bukan untuk menyenangkan semua pihak, apalagi menjadi corong kepentingan sempit. Pers hadir untuk publik, untuk kepentingan umum.

Keberpihakan pers tidak boleh disalahartikan sebagai keberpihakan politik atau kekuasaan. Keberpihakan pers adalah keberpihakan pada kebenaran, keadilan, dan fakta.

Ketika pers berani mengungkap ketimpangan, menyuarakan keresahan rakyat, dan menguji kebijakan publik, di situlah pers menjalankan perannya sebagai penjaga demokrasi.

Namun, idealisme tidak tumbuh di ruang hampa. Ia menuntut keberanian, integritas, dan konsistensi. Di tengah tekanan ekonomi media dan polarisasi sosial, menjaga independensi adalah perjuangan sehari-hari.

Pers yang sehat bukan pers yang bebas tanpa batas, melainkan pers yang taat pada etika, disiplin pada verifikasi, dan setia pada kepentingan publik.

Hari Pers Nasional 2026 seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuatan pers tidak terletak pada kedekatannya dengan kekuasaan, tetapi pada kepercayaannya di mata publik.

Kepercayaan itu hanya bisa dirawat jika pers tetap kritis, jujur, dan berpihak pada mereka yang suaranya kerap diabaikan.

Di era ketika informasi bisa diproduksi siapa saja, peran pers justru semakin penting: menjadi penapis kebenaran, penjaga akal sehat, dan benteng terakhir kepentingan umum. Di sanalah marwah pers diuji, dan di sanalah idealisme harus terus dijaga.

Selamat Hari Pers Nasional 2026. Pers boleh berubah mengikuti zaman, tetapi keberpihakannya pada kepentingan umum tidak boleh goyah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini