Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Daurah Bu Nyai Nusantara, Pemkab Jember Perkuat Peran Perempuan Ulama

Bupati Jember Muhammad Fawait berfoto bersama para Bu Nyai peserta Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara (BNN) Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Sabtu (7/2/2026). (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan komitmennya menjaga tradisi pesantren sekaligus memperkuat peran perempuan ulama melalui kegiatan Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara (BNN) Kabupaten Jember.

Kegiatan yang mengusung tema “Kepemimpinan Bu Nyai dalam Menjaga Marwah Pesantren dan Umat” itu digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/2/2026).

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait hadir langsung dalam forum yang diikuti puluhan Bu Nyai dari berbagai pesantren di Jember.

BACA JUGA: Ketua Dekranasda Lutim Dorong Daya Saing UMKM Lewat INACRAFT Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait memaparkan sejumlah capaian strategis pemerintah daerah, salah satunya penyatuan sistem tiket wisata Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo yang mulai diberlakukan sejak Januari 2026.

Menurut Gus Fawait, kebijakan tersebut bukan semata persoalan pengelolaan destinasi wisata, melainkan hasil dari proses komunikasi dan lobi yang panjang dengan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Jember dan kawasan Tapal Kuda.

“Ini bukan hanya soal Papuma dan Watu Ulo. Ini menunjukkan bahwa Jember mampu meyakinkan pemerintah pusat. Mudah-mudahan menjadi awal yang baik bagi masa depan Jember,” ujar Gus Fawait.

BACA JUGA: MTQ XXXIV Kabupaten Luwu Dipusatkan di Ponrang, Diikuti 425 Peserta dari 22 Kecamatan

Dalam forum yang mayoritas pesertanya adalah para Bu Nyai, Gus Fawait juga menyoroti makna simbolik penyelenggaraan kegiatan keagamaan di lingkungan Pendopo Kabupaten Jember.

Ia menyebut, dalam perjalanan sejarah Indonesia merdeka dan hampir satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama, baru kali ini Jember dipimpin oleh bupati dengan latar belakang santri.

“Tidak mengherankan jika pendopo, alun-alun, hingga kantor pemerintahan kini kerap menjadi ruang kegiatan sholawatan. Ini adalah wujud kecintaan sekaligus identitas Jember sebagai kota santri,” katanya.

Gus Fawait turut mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama, khususnya Muslimat NU dan Bu Nyai Nusantara, untuk memperkuat persatuan setelah pelaksanaan pilkada.

Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik telah berakhir dan seluruh pihak perlu kembali menyatukan kebersamaan demi mewujudkan Jember Baru dan Jember Maju.

Pada kesempatan yang sama, Gus Fawait juga menyampaikan laporan singkat kinerja pemerintahannya selama hampir satu tahun. Ia menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama, terutama di bidang kesehatan.

Sejak 1 April 2025, kata dia, seluruh warga ber-KTP Jember dapat mengakses layanan pengobatan gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Program ini mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk para santri yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar Kabupaten Jember.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember juga mencatatkan terobosan dengan meluncurkan program beasiswa khusus bagi santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini