Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Cuaca Ekstrem Terjang Wara Selatan, Atap Rumah Warga Terbang

Penampakan atap seng rumah warga di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, yang terlepas dan rusak akibat angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba, Senin (22/12/2025). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Angin kencang merusak sebuah rumah warga di Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Senin (22/12/2025) petang.

Peristiwa itu dipicu cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.20 Wita, di Jalan Pemuda III, RT 01 RW 02, Kelurahan Takkalala.

BACA JUGA: Bajaj Maxride Resmi Hadir di Palopo, Dorong Transportasi Alternatif dan Ekonomi Lokal

Sejumlah warga menyebut angin berembus sangat kuat dan berputar, menyerupai puting beliung, hingga mengangkat atap rumah korban.

Berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Takkalala, Aiptu Sudirman, rumah yang terdampak diketahui milik Juarni (36), seorang ibu rumah tangga.

Atap seng rumah tersebut terlepas dari rangka dan mengalami kerusakan cukup parah.

BACA JUGA: Diduga Alihkan Solar Subsidi ke Industri, Armada PT Harmoni Solusi Energi Jadi Sorotan

Kerugian material akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 4,5 juta.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, membenarkan peristiwa angin kencang tersebut.

Menurut dia, cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerusakan pada bagian atap rumah warga.

“Angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan mengakibatkan kerusakan pada satu unit rumah di Kelurahan Takkalala,” kata Marsuki saat dikonfirmasi, Selasa (23/12/2025).

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Untuk sementara, pemilik rumah memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

Marsuki juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Palopo.

Saat ini, jajaran Polres Palopo melalui Bhabinkamtibmas terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini