oleh

Andi Ichi Sorot Sulitnya Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan

PALOPO, TEKAPE.co – Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Golkar, drg Hj Andi Fauziah Putiwatie Hatta SKg, menyerap aspirasi mahasiswa dan segenap civitas akademika Stikes Kurnia Jaya Persada Kota Palopo, Rabu 1 Agustus 2018.

Dalam penyampaiannya, Andi Ichi, sapaan akrab Andi Fauziah, menyoroti sulitnya para lulusan atau alumni perguruan tinggi kesehatan untuk mengikuti ujian kompetensi tenaga kesehatan.

Sebab selama ini, masih dilaksanakan di kota-kota besar, sehingga mengharuskan mereka untuk mengeluarkan sejumlah dana tambahan lagi untuk mengikuti uji kompetensi ini. Sehingga ia berharap, pelaksanaan uji kompetensi ini tidak lagi memberatkan.

“Saya sebagai anggota DPR RI yang membidangi kesehatan, berharap agar uji kompetensi ini jangan sampai kemudian memberatkan peserta ujian. Sebab ini penting dan memang diperlukan,” katanya.

Andi Ichi juga menjelaskan regulasi UU Tenaga Kesehatan 36/2014 pasal 44 ayat 1, bahwa setiap tenaga kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki STR. Persyaratan STR adalah memiliki sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi (UU 36/2014 pasal 44 ayat 3).

Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi, harus terlebih dahulu lulus uji kompetensi (UU 36/2014, pasal 21 ayat 5 dan 6).

“Penjelasan lebih lanjut terkait syarat uji kompetensi, tertuang dalam UU 36/2014, pasal 21 ayat 1 bahwa uji kompetensi diperuntukkan bagi mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan profesi dan vokasi,” jelasnya.

Andi Ichi juga, selaku anggota MPR/DPR RI, menghimbau perlunya untuk terus melakukan pengamalan Pancasila di semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apalagi menurut mantan bendum HMI Cabang Makassar timur ini, mahasiswa memiliki peran agent of change, artinya dunia kampus seharusnya dapat menjadi pilot perubahan dan pengamalan Pancasila. (one)

Komentar

Berita Terkait