Adat Ammatoa Kajang Beri Gelar ‘Puto Arham’, Ini Maknanya
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Ketua KNPI Sulsel, H Andi Arham Basmin, menerima gelar adat ‘Puto’ dari Ammatoa Kajang.
Masyarakat Adat Ammatoa Kajang atau dikenal dengan Suku Kajang, adalah salah satu suku yang terdapat di Indonesia.
Suku yang identik dengan serba hitam ini masih tetap memelihara tatanan adat, jauh dari hidup modern, dengan hidup sederhana, alami, dan hidup di alam yang masih asri dan terjaga kelestariannya.
Pemberian gelar itu didapat setelah Arham Basmin Mattayang, bersilaturahmi dengan masyarakat adat Ammatoa, usai melakukan pelantikan pengurus KNPI Kabupaten di Bulukumba.
Dalam kunjungan tersebut, Arham Basmin tidak sendiri. Ia ditemani beberapa pengurus DPD KNPI Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam kunjungan silaturahmi ini, rombongan Ketua KNPI Provinsi Sulawesi Selatan disambut langsung oleh Galla Lombo, Kepala Kesa Tana Toa.
Dalam proses penyambutan itu, Arham Basmin disambut dengan pemasangan Topeq Le’leng (passapu hitam), yang disaksikan oleh Anrong Gurua Barani Kajang.
Atas nama pribadi, dan keluarga besar DPD 1 KNPI Sulawesi Selatan mengucapkan terima kasih telah diterima dan disambut dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
“Terima kasih dan semoga Allah yang maha bijak membalasnya dengan keberkahan atas lestarinya setiap warisan adat budaya di tanah ini,” ujar Arham.
Arham, putra Bupati Luwu Basmin Mattayang itu menyebut, salah satu alasan terbesar pihaknya berkunjung ke Kajang, karena daerah ini tidak silau dengan modernisasi.
“Pesan moral leluhur masyarakat Adat Ammatoa selalu dijaga dan dijunjung tinggi. Saya kira keteguhan dan pengetahuan ini harus kita apresiasi, bagaimana masyarakat Adat Suku Kajang istiqamah dengan pesan moral leluhurnya,” ujar Arham.
Dalam kunjungan tersebut, selain pemasangan topeq Le,Leng (Passapu) Arham Basmin Mattayang juga dipersilahkan oleh Galla Lombo untuk memasuki kawasan Benteng untuk bersilaturahmi secara langsung dengan Ammatoa ri Kajang.
Di dalam pertemuan dengan Ammatoa Kajang Arham Basmin Mattayang dapat penjelasan dari Anrong Gurua Barani Kajang, bahwa selalulah belajar tentang keseimbangan bumi dan selalu berkolaborasi untuk hal-hal kebaikan.
Selain itu, Anrong Gurua Barani Kajang juga menerjemahkan pesan Ammatoa Kajang.
“Jagai Matannu, Tutuko ri kana – kanannu, Jagai langka- langkanu, pakaballoi Akkala’nu. (Anakku Arham, Jaga Matamu, ber hati – hatilah dengan ucapanmu, Perhatikan langkahmu, sehatkan pikiranmu),” pesan Ammatoa, kepada Arham.
“Insya Allah, dengan menjadi pemimpin yang bersifat seperti ini, engkau akan senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Turie a’ra’na,” ujar Muhammad Amir, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Lolisang.
Di akhir pertemuan dengan Ammatoa Kajang, Arham mendapat kado Istimewa di Ulang Tahun KNPI yang ke-47 ini.
Melalui Barani Kajang oleh pesan Ammatoa Kajang, H Arham Basmin Mattayang diberikan penghargaan atau gelar adat oleh Ammatoa dengan nama ‘Puto (Raja) Arham’.
Dalam tradisi Suku Kajang, Puto (Raja) adalah sebuah pesan yang bermakna bahwa Arham Basmin adalah laki-laki yang tangguh, berintegritas dan punya dedikasi yang kuat untuk selalu bertindak mengayomi setiap organisasi yang dipimpinnya dengan pendekatan asih Sayang, Adil dan Sejahtera.
“Semoga dengan gelar ananda Adat ini ananda semakin mengingat dan menjaga diri dalam melaksanakan dan menjalankan setiap amanah yang diembannya,” ujar Barani Kajang. (*)
Tinggalkan Balasan