Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Karhutla di Bua Luwu Belum Padam hingga Malam, Sekitar 40 Pohon Cengkih Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan pegunungan di Dusun Pakkalolo dan Karo, Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (19/10/2026). Api terlihat membakar area perbukitan hingga malam hari. (foto: ist)

LUWU, TEKAPE.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Buntu Barru, Dusun Karo dan Pakkalolo, Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, belum berhasil dipadamkan hingga Senin malam, 19 Oktober 2026. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita Siang itu menghanguskan sekitar 40 pohon cengkih milik warga.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu bersama personel TNI-Polri dan masyarakat setempat masih berupaya memadamkan api. Namun, proses pemadaman terkendala medan yang sulit dijangkau karena titik kebakaran berada di kawasan pegunungan dengan akses terbatas.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Lengkong, Muhammad Darussalam, mengatakan petugas dan warga melakukan pemadaman secara manual untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lain.

“Hingga malam ini, api belum berhasil dipadamkan karena titik api sulit dijangkau dan akses menuju lokasi kebakaran terbatas. Oleh karena itu, masyarakat bersama pemerintah setempat, TNI, dan Polri melakukan upaya pemadaman secara manual dengan menggunakan kayu, menyemprotkan air, serta mengoperasikan mesin pompa air. Selain itu, petugas melakukan lokalisasi di sekitar titik api agar kebakaran tidak meluas,” ujar Muhammad Darussalam, Senin, 19 Oktober 2026.

Kebakaran Lahan Cengkih Milik Warga

Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama pemilik kebun cengkih yang terdampak. Berdasarkan informasi sementara, sekitar 40 pohon cengkih dilaporkan hangus terbakar.

“Menurut informasi sementara, akibat kebakaran ini, salah satu kebun cengkih milik masyarakat turut terbakar dengan perkiraan sekitar 40 pohon,” ujarnya.

Selain mengancam lahan perkebunan, asap kebakaran mulai berdampak terhadap permukiman warga. Meski demikian, dampak asap dilaporkan belum terlalu parah.

Hingga berita ini ditulis, petugas Damkar Kabupaten Luwu bersama personel TNI-Polri dan masyarakat setempat masih berupaya memadamkan api. Petugas juga melakukan lokalisasi titik api untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain. Sementara itu, petugas dan warga tetap bersiaga di lokasi guna mengantisipasi agar api tidak merembet ke kawasan perkebunan dan permukiman penduduk.

Penyebab kebakaran dan luas lahan yang terdampak belum diketahui secara pasti. Belum ada pula keterangan resmi mengenai total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Warga Berharap Ada Fasilitas Damkar di Bua

Masyarakat berharap pemerintah membangun fasilitas atau kantor pemadam kebakaran di wilayah Kecamatan Bua. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat memperpendek jarak jangkauan petugas dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Harapan itu muncul di tengah kendala akses yang dihadapi petugas dalam menangani kebakaran di Dusun Pakkalolo. Medan pegunungan dan keterbatasan akses menuju titik api menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini