Perselisihan di SPBU Padang Lipan Palopo Berujung Damai, Kedua Pihak Sepakat Tempuh Jalur Kekeluargaan
PALOPO, TEKAPE.co – Perselisihan yang sempat memanas di SPBU Padang Lipan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, akhirnya berujung damai.
Dua pihak yang sebelumnya terlibat persoalan sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan, Senin (5/10/2026).
Kesepakatan damai itu tercapai setelah persoalan tersebut didudukkan dan dibicarakan selama kurang lebih sepekan.
BACA JUGA: Ibu Terluka Saat Lerai Cekcok di Pantai Seta-Seta, Anak Naik Pitam Tikam 2 Warga
Dalam proses penyelesaian, terungkap bahwa kedua pihak ternyata masih memiliki hubungan keluarga.
Fakta tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk mencari jalan tengah agar perselisihan tidak semakin melebar dan berlarut-larut.
Persoalan bermula dari miskomunikasi di tengah antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang membludak di SPBU Padang Lipan.
BACA JUGA: Puluhan Tahun Berpisah, Kasat Reskrim Bulukumba Reuni dan Nostalgia Bareng Teman SMP
Kepadatan antrean kemudian memicu cekcok antara kedua pihak.
Penyelesaian secara kekeluargaan tersebut turut disaksikan sejumlah tokoh masyarakat dan Babinsa.
Mereka hadir untuk membantu memastikan persoalan diselesaikan dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan serta menjaga situasi tetap kondusif.
Dikaitkan dengan Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan
Persoalan di SPBU Padang Lipan sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah wartawan Linteranews.com, Fredi, mengaku mengalami pengepungan dan kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (24/9/2026).
Saat itu, Fredi tengah melakukan peliputan terkait dugaan aktivitas pelansir BBM yang disebut menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean panjang di SPBU Padang Lipan.
Fredi mengaku didatangi sejumlah orang setelah terjadi perdebatan terkait aktivitas yang berlangsung di lokasi SPBU.





Tinggalkan Balasan