Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Refleksi Setahun Kepemimpinan, Gus Fawait Klaim Fondasi Layanan Dasar Kian Kokoh

Gus Fawait menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinannya dalam agenda bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat” di Kabupaten Jember, Jumat (20/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan capaian di sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga peningkatan PAD selama tahun pertama pemerintahannya. (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Tepat satu tahun menjabat sebagai Bupati Jember, Gus Fawait menggelar refleksi bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat” pada Jumat (20/2/2026).

Agenda tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus pemaparan kinerja pemerintah daerah sejak pelantikannya pada 20 Februari 2025.

Dalam paparannya, Fawait menegaskan bahwa tahun pertama pemerintahannya difokuskan pada penguatan layanan dasar masyarakat di tengah tekanan fiskal dan persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan daerah.

BACA JUGA: Setahun Kepemimpinan, Pemkab Gowa Klaim Kemiskinan Turun 0,22 Persen

Benahi Sektor Kesehatan

Salah satu persoalan mendesak saat awal kepemimpinan adalah kondisi keuangan tiga rumah sakit daerah yang menanggung beban hingga Rp214 miliar.

Keterbatasan anggaran dan pasokan medis sempat memengaruhi operasional layanan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Jember kemudian menerapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

BACA JUGA: Bupati Morowali Utara Paparkan Data Jalan Rusak ke Menteri PPN, Usulkan 3 Koridor Prioritas

Sejak 1 April 2025, warga Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa perlu surat keterangan tidak mampu.

Kebijakan ini, menurut Fawait, tak hanya memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kondisi keuangan rumah sakit daerah yang kini menunjukkan tren pendapatan lebih baik.

Tuntaskan Tunggakan KTP dan Perbaiki Pendidikan

Pada sektor administrasi kependudukan, Pemkab Jember menghadirkan 68.000 blanko KTP untuk menyelesaikan tunggakan pencetakan yang terjadi sejak 2019 hingga 2024.

Lewat program PETA CINTA, masyarakat kini dapat mencetak KTP di kecamatan, sehingga memangkas jarak dan biaya yang sebelumnya harus ditempuh ke pusat kota.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mencatat terdapat 1.532 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat.

Pembaruan data Dapodik secara menyeluruh dilakukan untuk memperkuat basis pengajuan bantuan.

Hasilnya, Jember memperoleh dukungan revitalisasi sekolah terbesar dari pemerintah pusat sepanjang sejarah kabupaten tersebut.

Selain itu, hampir 8.000 mahasiswa menerima beasiswa afirmasi ekonomi hingga lulus, termasuk beasiswa bagi santri.

Perkuat Pertanian dan Dongkrak PAD

Sektor pertanian juga menjadi perhatian melalui optimalisasi lahan, bantuan alat dan benih, serta penguatan infrastruktur penunjang.

Total anggaran pertanian pada 2025, baik dari APBN maupun APBD, disebut sebagai yang terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini