Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Palopo Rp 30 Ribu, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di pangkalan. Warga di Palopo mengeluhkan harga yang menembus Rp 30 ribu per tabung serta sulitnya memperoleh pasokan menjelang Ramadan.

PALOPO, TEKAPE.co – Harga tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dilaporkan menembus Rp 30 ribu per tabung dalam sepekan terakhir.

Kenaikan itu terjadi di tengah keluhan warga soal sulitnya memperoleh gas bersubsidi tersebut menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain demi mendapatkan gas melon.

BACA JUGA: Gas 3 Kg Langka dan Mahal di Palopo Jelang Ramadan, Pemkot Klaim Distribusi Lancar

Di tingkat pengecer, harga disebut melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Sudah mahal, barangnya juga susah dicari. Kadang harus turun ke kota baru dapat, itu pun harganya sampai Rp 30 ribu,” kata Marni (35) warga Wara Timur, Palopo, Rabu (18/2/2026).

Ia menilai pemerintah daerah tidak sigap merespons kondisi di lapangan.

BACA JUGA: Polres Bulukumba Bentuk Tiga Tim Khusus Ramadan, Antisipasi Balap Liar dan Kemacetan

Pengawasan terhadap distribusi dan harga di tingkat pangkalan maupun pengecer masih lemah.

“Kalau memang distribusinya lancar, kenapa kami masih kesulitan? Seharusnya ada sidak rutin dan penindakan tegas,” ujarnya.

Kondisi ini dikhawatirkan semakin membebani masyarakat kecil, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Sementara itu, pemerintah daerah sebelumnya mengklaim distribusi elpiji 3 kilogram berjalan normal dan tepat sasaran.

Aparat juga telah mengingatkan agen dan pangkalan agar tidak menjual di atas ketentuan harga yang ditetapkan.

Di sisi lain, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok elpiji dalam kondisi aman dan telah dilakukan penambahan suplai untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan.

Meski demikian, warga berharap klaim tersebut dibuktikan dengan ketersediaan nyata di lapangan serta harga yang sesuai aturan.

Mereka meminta pemerintah tidak sekadar menyampaikan pernyataan, tetapi memastikan pengawasan distribusi berjalan efektif hingga tingkat pengecer.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini