Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Diproduksi UMKM Lokal, Seragam Lengkap Gratis untuk 16.253 Siswa Baru di Lutim Dibagikan Usai Lebaran

Para pekerja sedang sibuk menyiapkan seragam sekolah untuk program pembagian seragam gratis mulai TK, SD, hingga SMP se Kabupaten Luwu Timur. Gambar direkam beberapa bulan lalu. (ist)

MALILI, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memastikan program pembagian seragam sekolah gratis bagi ribuan siswa baru akan segera direalisasikan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.

Sebanyak 16.253 siswa dari jenjang PAUD, SD hingga SMP dijadwalkan menerima perlengkapan sekolah lengkap saat kembali masuk sekolah pada 23 Maret 2026.

Adapun perlengkapan yang akan dibagikan meliputi baju seragam, celana atau rok, dasi, topi, tas, sepatu hingga kaos kaki.

Program bantuan seragam ini merupakan pengadaan Tahun Anggaran 2025 yang bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus mendukung kebutuhan dasar siswa saat memulai tahun ajaran baru.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raodah K., S.Pd., M.Si., mengatakan seluruh pakaian seragam telah selesai diproduksi oleh pelaku UMKM lokal di Malili. Saat ini pemerintah tinggal menunggu penyelesaian tas dan sepatu yang diproduksi di luar daerah.

“Baju, celana atau rok, dan topi sudah selesai dikerjakan UMKM Luwu Timur. Tinggal tas dan sepatu yang masih dalam proses. Insya Allah setelah lebaran langsung didistribusikan,” jelasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Luwu Timur, Agusaman, menambahkan bahwa keterlibatan UMKM lokal menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Produksi seragam bahkan melibatkan kelompok UMKM di seluruh kecamatan, termasuk ibu rumah tangga yang diberdayakan dalam proses pengerjaan pakaian sekolah.

Namun demikian, keterbatasan kapasitas produksi lokal membuat tas dan sepatu harus dipesan dari luar daerah, sehingga proses pengadaan membutuhkan waktu lebih lama dari rencana awal.

Agusaman menjelaskan, anggaran awal pengadaan seragam dalam APBD Pokok 2025 hanya sebesar Rp2 miliar dan belum mampu menutupi kebutuhan seluruh siswa baru yang mendaftar pada Juli 2025.

Karena itu, Dinas Pendidikan mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2025 sebesar Rp8.459.240.000.

“Tambahan anggaran baru disahkan akhir Oktober 2025 bersamaan dengan terbitnya SK Bupati. Setelah itu masih ada tahapan verifikasi data siswa, pengadaan hingga proses produksi yang memakan waktu sekitar tiga sampai enam bulan,” terangnya, Rabu (18/2/2026).

Dengan pembagian yang dijadwalkan setelah lebaran, para siswa diharapkan dapat langsung mengenakan seragam baru saat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini