Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Makassar dan Pangkep Tuan Rumah MTQ Korpri VIII 2026, Pemkot Siap Beri Pelayanan Terbaik

Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri launching MTQ VIII Korpri tingkat nasional 2026 di Makassar. (Humas Pemkot Makassar)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Kota Makassar ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tingkat nasional tahun 2026.

Perhelatan berskala nasional itu dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dan akan digelar bersama Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, dalam menyelenggarakan agenda nasional.

BACA JUGA: Jelang Ramadan 1447 H, IKA PMDS 95 Sepakati Gelar Ramadan Berbagi

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik kepercayaan tersebut. Menurut dia, menjadi tuan rumah MTQ Korpri merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah.

“Ini kepercayaan luar biasa bagi Makassar. Kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu dari berbagai daerah,” ujar Munafri saat menghadiri launching dan sosialisasi MTQ VIII Korpri di The Rinra Hotel Makassar, Sabtu (14/2/2026) malam.

Ia menyebut, Makassar sebelumnya pernah menjadi tuan rumah MTQ Korpri pada 2012. Karena itu, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting dalam menyukseskan pelaksanaan tahun ini.

BACA JUGA: MTQ XI Luwu Timur Resmi Ditutup Bupati, Burau Raih Juara Umum

Munafri menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir Makassar kerap menjadi lokasi berbagai agenda nasional. Ia memastikan pemerintah kota terus berupaya meningkatkan pelayanan dan hospitalitas.

“Kami ingin seluruh peserta bisa merasakan kenyamanan, menikmati semilir angin mamiri, dan merasakan kuliner khas Makassar,” katanya.

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menilai MTQ Korpri menjadi momentum memperkuat integritas serta nilai spiritual aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, MTQ Korpri bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana memperkuat nilai religius di kalangan ASN.

Ia menyebut ada tiga pilar utama dalam pelaksanaan MTQ Korpri, yakni persaudaraan, kolaborasi, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Melalui MTQ ini, kita ingin memperkuat persaudaraan 6,5 juta ASN di seluruh Indonesia, sekaligus mempererat kolaborasi antarlembaga,” ujarnya.

Zudan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengingatkan, MTQ Korpri pertama kali digagas pada periode kepemimpinan Diah Anggraeni (2010–2015) dan terus berkembang hingga kini.

Menurut dia, antusiasme ASN terhadap MTQ sangat tinggi, bahkan saat pandemi Covid-19 kegiatan tetap dilaksanakan secara virtual atas permintaan peserta.

Digelar di Dua Daerah

Ketua panitia MTQ Korpri VIII, Muh Saleh, menjelaskan penetapan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Anggaran Dasar Korpri serta Surat Keputusan Dewan Pengurus Korpri Nasional.

MTQ Korpri VIII 2026 mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”.

Kegiatan ini bertujuan mendorong ASN agar tidak hanya profesional dalam pelayanan publik, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

MTQ akan mempertandingkan 12 cabang dengan total 36 golongan. Terdapat tambahan empat cabang baru dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tartil, hafalan Al-Qur’an, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hafalan dan syarah hadis, hingga lomba seni bernuansa Islami seperti cipta dan baca puisi.

Untuk cabang hafalan, tersedia beberapa kategori seperti Juz 30, Surah Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, serta sejumlah surah pilihan.

Sementara pada cabang kaligrafi, dipertandingkan kategori dekorasi, naskah kontemporer, hingga digital klasik dan kontemporer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini