Akses Terancam Putus, Longsor Gerus Bahu Jalan Trans Sulawesi di Rantebua Torut
RANTEBUA, TEKAPE.co – Pengendara yang melintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Lembang Rantebua Sumalu, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, terjadi longsor yang mengikis bahu jalan dan mengancam akses utama tersebut.
Pantauan wartawan Tekape.co, Kamis (12/02/2026) sore, terlihat longsor di sisi jalan yang kian hari semakin melebar. Bahu jalan yang terkikis membuat badan jalan nyaris terputus dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Longsor tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 15 meter. Box culvert yang berada di bawah badan jalan tampak rusak dan materialnya berhamburan akibat tergerus tanah.
Dari pantauan di lokasi, kondisi tersebut semakin memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah, terlebih dengan intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
“Longsor itu sudah hampir seminggu. Sekarang lubangnya tambah besar. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jalan ini benar-benar putus,” ungkap Marten, salah seorang pengguna jalan.
Diduga, longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan pengikisan di sekitar badan jalan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toraja Utara, Paulus Batti’, saat dikonfirmasi Kamis malam, menjelaskan bahwa penanganan kondisi tanah amblas di badan jalan tersebut merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kalau itu ranahnya PUPR. Kalau bencana seperti banjir baru ranah BPBD. Sebaiknya segera berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR kabupaten atau provinsi,” ujar Paulus.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Toraja Utara, Paulus Tandung, saat dihubungi Tekape.co menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai PUPR Provinsi Sulawesi Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
“Itu akan segera dilakukan perbaikan atau segera ditangani. Kami sudah berkoordinasi dengan balai. Pokoknya akan ditangani secepatnya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tanda atau rambu hati-hati atau penanganan darurat di lokasi. Pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan turun. (erlin)




Tinggalkan Balasan