Profil Wali Kota Palopo Naili dan Sikapnya atas Unjuk Rasa Pemekaran Provinsi Luwu Raya
PALOPO, TEKAPE.co – Aksi demonstrasi pemekaran wilayah yang disertai penutupan jalan dianggap sebagai ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan perekonomian Kota Palopo.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Palopo, Naili, dalam Forum Diskusi Bersama di Lantai 3 Kantor Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
Forum dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, dan jajaran OPD.
BACA JUGA: Demo Pemekaran Dinilai Ganggu Ekonomi, Wali Kota Palopo Soroti Penutupan Jalan
Naili menegaskan, pola demonstrasi yang menutup akses jalan kini mulai berdampak nyata pada distribusi logistik, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan.
“Aksi yang sampai menutup jalan dan menghambat distribusi jelas merugikan masyarakat,” tegasnya.
“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan dengan menutup jalan, menghambat distribusi, dan menyulitkan warga,” sambungnya.
Dalam forum itu, Pemkot Palopo menegaskan stabilitas keamanan dan kelancaran distribusi barang adalah kepentingan publik yang tidak bisa ditawar.
Forum ini dibentuk sebagai ruang koordinasi untuk mencari solusi bersama, sekaligus memberi sinyal tegas kepada pihak yang ingin menyampaikan aspirasi dengan cara mengganggu ketertiban umum.
Profil Wali Kota Palopo Naili
Naili, perempuan asal Palopo, meniti karier dari pendidikan vokasi SMKN 1 Palopo hingga melanjutkan studi tinggi di Universitas Jayabaya.
Di balik peranannya sebagai kepala daerah, Naili juga dikenal sebagai Komisaris Utama PT Aweidha Maritim Utama.
Dua anaknya menempuh pendidikan di luar negeri: Raihansya di University of Plymouth dan Walter Notterboom di University of Toronto.(*)




Tinggalkan Balasan