Oknum Tenaga Kesehatan di Toraja Utara Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Jaringan Sabu
RANTEPAO, TEKAPE.co — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Toraja Utara kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika.
Seorang wanita berinisial VS alias VA (31) yang diketahui merupakan oknum tenaga kesehatan (nakes) diamankan polisi karena diduga berperan sebagai kurir narkoba jenis sabu, Minggu (8/2/2026).
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan terduga pelaku dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA: Dugaan Pelecehan Perempuan 18 Tahun di Palopo, Polisi Periksa Dosen UIN
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya memastikan keterlibatan VA.
Dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi, petugas kemudian melakukan pencegatan terhadap VA saat yang bersangkutan dalam perjalanan pulang ke rumahnya.
Hasil penggeledahan membuktikan kecurigaan aparat. Dari kantong jaket VA, polisi menemukan tiga sachet plastik klip kuning berisi butiran kristal bening yang diduga kuat narkotika jenis sabu, yang dikemas menggunakan potongan pipet plastik.
BACA JUGA: Pamer Busur hingga Viral, Pemuda Makassar Dicokok Polisi
Tak berhenti di situ, saat pemeriksaan dilanjutkan ke tas milik pelaku, petugas kembali menemukan dua sachet plastik klip bening berukuran berbeda yang juga berisi kristal bening diduga sabu, serta alat isap (bong).
AKP Arifan Efendi, Selasa 10 Februari 2026, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, termasuk jika melibatkan oknum dari profesi apa pun.
“Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polres Toraja Utara. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Saat ini, VA beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Toraja Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga akan melakukan tes urine terhadap terduga pelaku serta uji laboratorium terhadap barang bukti yang diamankan.
Kasus tersebut masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan yang lebih luas. (erlin)



Tinggalkan Balasan