MTQ XI Luwu Timur Resmi Dibuka di Tomoni Timur, Bupati Tekankan Spirit Qur’ani untuk Daerah Juara
LUTIM, TEKAPE.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026 resmi digelar di Kecamatan Tomoni Timur dan akan berlangsung hingga 14 Februari 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Spirit Qur’ani untuk Luwu Timur Juara” ini diikuti seluruh kafilah dari kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dengan defile ribuan peserta kafilah kecamatan yang diiringi marching band Gema Nada Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo.
Sejumlah unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, Kapolres Luwu Timur, perwakilan Kementerian Agama, camat, kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat turut memadati arena pembukaan.
MTQ XI secara resmi dibuka oleh Bupati Luwu Timur Ir. H. Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Dra. Hj. Puspawati Husler, ditandai dengan penabuhan beduk.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Tomoni Timur atas semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai tuan rumah MTQ.
“Kesiapan panitia dan keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani benar-benar hidup di tengah masyarakat Tomoni Timur. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi menjamu syiar Al-Qur’an dengan hati yang tulus,” ujar Bupati.
Irwan menegaskan, MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, tema Spirit Qur’ani untuk Luwu Timur Juara mengandung makna mendalam, karena nilai Qur’ani seperti kejujuran, keadilan, kerja keras, persatuan, dan kepedulian sosial menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Luwu Timur yang maju dan sejahtera.
“Kita ingin Luwu Timur juara bukan hanya dalam prestasi, tetapi juga juara dalam akhlak, pelayanan publik, pemerintahan yang bersih, pendidikan, kesehatan, serta kerukunan umat beragama,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya lahir generasi Qur’ani melalui MTQ, yakni generasi yang tidak hanya fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi mampu mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia pun mengingatkan dewan hakim agar menjunjung tinggi objektivitas, keadilan, dan profesionalitas dalam penilaian.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu Timur turut melaunching Program Pejuang Subuh, sebuah gerakan moral dan spiritual untuk membudayakan salat subuh berjamaah serta menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Ketika subuh berjamaah menjadi kebiasaan, disiplin akan tumbuh, kebersamaan terjalin, dan keberkahan akan turun. Dari subuh yang terjaga, akan lahir daerah yang kuat dan diberkahi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana MTQ XI, Jihadin Paruge, melaporkan bahwa MTQ tahun ini mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, dan Kaligrafi Al-Qur’an, dengan total 506 peserta, terbanyak sepanjang sejarah MTQ Kabupaten Luwu Timur.
Rangkaian pembukaan juga ditandai dengan penyerahan piala bergilir Juara Umum MTQ dari Camat Burau kepada Bupati Luwu Timur, untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua LPTQ Kabupaten Luwu Timur dan diperebutkan kembali pada MTQ XI Tahun 2026.
MTQ XI Tingkat Kabupaten Luwu Timur diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Luwu Timur. (*)



Tinggalkan Balasan