Diduga Pelansir Kembali Marak, Sopir Angkutan Umum Menjerit atas Kelangkaan Solar di Toraja
RANTEPAO, TEKAPE.co – Keluhan sopir lintas kabupaten kembali mencuat di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Para pengemudi mengaku harus mengantre berjam-jam di sejumlah SPBU untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar, namun kerap kali kehabisan stok. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh kembali maraknya aktivitas tukang lansir BBM bersubsidi.
Antrean panjang kendaraan, khususnya mobil travel dan angkutan barang, menjadi pemandangan yang kerap terlihat.
Ironisnya, meski telah menunggu sejak pagi hingga berjam-jam, para sopir kerap kali tidak mendapatkan solar karena stok dinyatakan habis oleh pihak SPBU.
Salah seorang sopir travel lintas Makassar–Toraja, Alex, mengaku kesulitan mendapatkan solar dalam beberapa waktu terakhir. Ia menuturkan, kelangkaan ini sangat berdampak pada aktivitas transportasi dan penghasilan para pengemudi.
“Kami antre lama, kadang sampai berjam-jam, tapi sering kehabisan solar. Padahal kami ini angkutan umum. Kami menduga solar sudah lebih dulu diambil oleh tukang lansir,” ujar Alex, Minggu dini hari (04/01/2026).
Alex juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat sebuah mobil truk tangki industri melintas di jalan poros Bolu–Tallunglipu pada sekitar pukul 02.00 WITA. Truk tersebut bermuatan berat dan diduga mengangkut solar bersubsidi.
“Truk tangki industri, warnanya biru polos. Muatannya berat sekali, kapasitasnya sekitar 25 ribu liter. Soal plat dan nama perusahaan saya tidak sempat perhatikan,” ungkapnya.
Dari informasi yang dihimpun, solar bersubsidi tersebut diduga dikumpulkan oleh para pelansir dari sejumlah titik di Toraja Utara.
BBM itu disebut-sebut ditampung di beberapa lokasi, antara lain wilayah Tondon, Singki, Bolu, Tallunglipu, hingga Bua Tallulolo, Kecamatan Kesu. Dalam sepekan, jumlah solar yang dikumpulkan diduga mencapai ratusan hingga ribuan liter.
Warga dan para sopir menilai aktivitas tersebut sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga dan transportasi umum justru diduga disalurkan ke luar daerah untuk kepentingan industri.
“Yang dirugikan masyarakat kecil dan sopir. Kami harap aparat benar-benar turun tangan, jangan tutup mata,” keluh salah satu sopir lainnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulawesi Selatan melalui Propam dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), segera mengambil langkah tegas untuk mengusut dugaan penimbunan dan pelansiran BBM bersubsidi tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait. Redaksi tekape.co masih membuka ruang klarifikasi kepada semua pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini demi keberimbangan dan akurasi informasi. (erlin)



Tinggalkan Balasan