Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Amir Santoso Ingatkan Wisudawan Unanda Tetap Jadi Benteng Moral

Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Hukum dan Pemerintahan, Amir Santoso, saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Andi Djemma Palopo, Sabtu (22/11/2025). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka Milad dan Wisuda Program Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 di SCC, Sabtu (22/11/2025).

Sebanyak 490 wisudawan dihasilkan pada periode ini.

Rektor Unanda, Annas Boceng dalam sambutannya menyampaikan, wisuda kali ini mencakup 55 lulusan Pascasarjana, 42 lulusan Fakultas Pertanian, 18 lulusan Fakultas Perikanan.

BACA JUGA: IKAFIBRA UNHAS Kukuhkan Alumni Sastra ’86, Waris Halid: Ini Rumah Bersama Untuk Saling Menguatkan

Kemudian, 18 lulusan Fakultas Kehutanan, 45 lulusan Fakultas Hukum, 75 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 97 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta 140 lulusan Fakultas Teknik.

“Selamat kepada mahasiswa yang telah diwisuda hari ini. Melalui usaha dan doa, para orang tua telah berhasil mengantarkan putra-putri mereka menjadi seorang sarjana,” ujar Annas.

Ia menyatakan optimistis bahwa para lulusan memiliki potensi besar untuk memasuki dunia kerja sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

“Optimisme ini tentu didukung oleh kiprah para alumni sebelumnya yang telah bekerja di berbagai instansi dan perusahaan,” katanya.

Ia juga mengajak para lulusan, orang tua, dan pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan Unanda.

“Mari bersama-sama membawa Unanda menjadi universitas yang unggul dan terkemuka secara nasional,” ujar Annas.

Sementara itu, Wali Kota Palopo yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Amir Santoso, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan.

“Tantangan ke depan bukan hanya bekerja, tetapi juga beradaptasi dan menciptakan nilai tambah yang tidak bisa dilakukan oleh mesin,” ujarnya.

Amir menekankan pentingnya karakter lulusan Unanda sebagai benteng moral.

“Di tengah kemajuan teknologi, satu hal tidak boleh hilang: identitas dan karakter. Jadilah intelektual yang memegang teguh kejujuran dan ketegasan, menjadi pelita bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Amir, proses pemindahan tali toga dari kiri ke kanan merupakan simbol tanggung jawab baru bagi para sarjana.

“Jadilah inovator yang membangun Kota Palopo dengan ilmu yang telah didapatkan selama perkuliahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak rektorat dan yayasan.

“Terima kasih telah konsisten menjaga marwah pendidikan tinggi di wilayah ini. Pendidikan adalah investasi yang tidak akan pernah sia-sia,” kata Amir.

Acara turut dihadiri Pembina Yayasan To Ciung Luwu, Ketua DPRD se-Tana Luwu, unsur Forkopimda se-Tana Luwu, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan perusahaan dan perbankan, para dosen, wisudawan, serta orang tua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini