oleh

Pemerhati Budaya Luwu, Musly Anwar Sesalkan Kata Kaunan Bagi Suku Rongkong Yang Ditulis Staf BPNB Sulsel

PALOPO, TEKAPE.co – Pemerhati Budaya Tana Luwu, Musly Anwar turut menyesalkan adanya penyebutan kaunan untuk salah satu suku di Tana Luwu.

Menurut Musly Anwar, penyebutan kaunan bagi suku Rongkong, sangat melukai hati masyarakat Luwu.

“Tidak hanya masyarakat Rongkong yang sakit hati mendengar hal itu, kami juga masyarakat Luwu sangat tersinggung dengan adanya penyebutan Kaunan di tulisan Iriani,” terang Musly Anwar, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, Selasa 8 Februari 2022.

Kaunan menurut Musly Anwar, dapat diartikan sebagai hamba sahaya. Namun, demikian kaunan juga terbagi atas beberapa bagian.

Sehingga, lanjut Musly, seharusnya Irani sebelum menerbitkan tulisannya, melakukan penelitian terlebih dahulu dengan mengumpulkan data dan fakta terkait sejarah Luwu.

“Kita sebagai penulis, tentu paham dengan metode seperti itu. Seharusnya Iriani, melakukan konfirmasi pada Tomakaka Rongkong sebelum menulis tentang suku rongkong, sehingga data dan faktanya juga lengkap,” lanjutnya.

BACA JUGA:
Diduga Hina dan Lecehkan Suku Rongkong, Staf BPNB Sulsel Dipolisikan

Dirinya juga mengingatkan bagi para peneliti, agar lebih objektif dalam memilih kata dan penyebutan, dikarenakan sejarah Tana Luwu merupakan sejarah yang sangat kompleks, yang membutuhkan data dan fakta yang benar.

Sebelumnya, Seorang peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB, Sulawesi Selatan (Sulsel), Iriani, dilaporkan ke Polres Palopo terkait karya tulis ilmiah yang dibuatnya dan telah diposting di link BPNB.

Iriani menulis artikel karya ilmiah dengan judul “Mangngaru Sebagai Seni Tradisional di Luwu”.

Dalam artikel tersebut diduga terdapat kalimat mencemarkan dan melecehkan suku Rongkong. (masyudi)

Komentar

Berita Terkait