Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Mi Instan Jadi Andalan Sahur, Ini Peringatan Ahli Kesehatan

Ilustrasi mi instan. (net)

JAKARTA, TEKAPE.co – Mi instan kerap menjadi pilihan praktis untuk sahur, terutama ketika waktu imsak sudah dekat atau stok makanan di rumah terbatas.

Harganya terjangkau, mudah diperoleh, dan penyajiannya cepat membuat makanan ini sering diandalkan, termasuk oleh anak kos.

Namun, konsumsi mi instan saat sahur tidak boleh sembarangan.

Ahli kesehatan Toto mengingatkan agar masyarakat tidak membiasakan diri menyantap mi instan tanpa tambahan bahan makanan lain.

“Kalau sahur hanya mi instan saja, itu tidak baik,” kata Toto, Rabu (25/2/026).

Menurut dia, mi instan yang dikonsumsi tanpa lauk atau sayur hanya memberikan asupan karbohidrat dan natrium tinggi.

Tubuh tidak memperoleh protein, serat, maupun vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Ia menegaskan pihaknya tidak pernah merekomendasikan konsumsi mi instan secara tunggal.

Kebiasaan tersebut, jika dilakukan terus-menerus, berisiko memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) hingga obesitas.

Toto secara khusus mengingatkan anak kos yang kerap memilih mi instan sebagai solusi praktis saat sahur.

“Saya tahu tidak mau ribet, tapi risikonya bisa berpengaruh pada kesehatan,” ujarnya.

Meski demikian, mi instan tetap dapat dikonsumsi dengan cara yang lebih sehat, yakni dengan menambahkan bahan makanan bergizi.

Mi dapat berfungsi sebagai pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat, asalkan dilengkapi dengan sayuran dan sumber protein.

Ia menyarankan menambahkan sayuran seperti brokoli, bayam, atau tomat, serta protein seperti telur, bakso, atau sosis.

Kombinasi tersebut dinilai lebih baik dibanding hanya mengonsumsi mi instan saja.

“Kalau ditambah sayur dan protein, itu yang diharapkan. Tidak berbahaya dan lebih sehat,” kata Toto.

Menurut dia, sayuran juga membantu mengurangi dampak natrium berlebih dari mi instan sehingga tidak seluruh kandungan garam terserap tubuh.

Toto menambahkan, bahan tambahan seperti sayur kini relatif mudah diperoleh, termasuk di warung sekitar tempat tinggal.

Ia mengimbau masyarakat untuk meluangkan sedikit usaha membeli sayur saat berbelanja mi instan atau beraktivitas di luar rumah.

“Kalau dicampur sayur, minimal natriumnya tereduksi. Insya Allah itu aman,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini