Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Luwu Timur Masuk Prioritas Nasional, Sekolah Rakyat Mulai Dibangun Tahun 2026 Ini

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama sejumlah kepala daerah melakukan audiensi dengan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (hms)

JAKARTA, TEKAPE.co Upaya menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Luwu Timur segera memasuki tahap nyata.

Pemerintah pusat memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.

Kepastian ini diperoleh setelah Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama sejumlah kepala daerah melakukan audiensi dengan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas percepatan realisasi program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis nasional dalam menekan angka kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Dalam pertemuan itu, Bupati Irwan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk segera menindaklanjuti pembangunan setelah usulan daerah dinyatakan lolos dan masuk tahap lanjutan oleh Kementerian Sosial.

“Sekolah Rakyat ini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Tahun ini kita targetkan pembangunan sudah berjalan di Luwu Timur,” ungkapnya.

Menurut Irwan, program tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Sekolah Rakyat dirancang memberikan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Selain pembelajaran akademik, peserta didik juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Program ini merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang selaras dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat pemerataan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyambut positif kesiapan pemerintah daerah, sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi aktif daerah menjadi faktor penting agar program Sekolah Rakyat benar-benar memberikan dampak nyata.

“Pendidikan menjadi fondasi utama dalam memutus rantai kemiskinan. Karena itu, sinergi pusat dan daerah harus berjalan kuat,” ujarnya.

Selain membahas pembangunan Sekolah Rakyat, rombongan Pemkab Luwu Timur juga mengangkat sejumlah program sosial lainnya, termasuk penguatan layanan kesejahteraan masyarakat dan dukungan sektor kesehatan sosial.

Dengan masuknya Luwu Timur sebagai daerah pelaksana, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperluas akses pendidikan inklusif sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini