Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Jadi Ruang Aspirasi Inklusif, Pemkab Lutim Gelar Musrenbang Perempuan Anak dan Disabilitas

Musrenbang Perempuan, Anak dan Disabilitas tingkat Kabupaten Luwu Timur yang digelar di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (25/2/2026). (hms)

MALILI, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Salah satunya melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan, Anak dan Disabilitas tingkat Kabupaten Luwu Timur yang digelar di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini menjadi wadah partisipatif bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh meninggalkan kelompok rentan.

Karena itu, hasil Musrenbang diharapkan mampu melahirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah lebih responsif gender, ramah anak, serta memberikan akses yang adil bagi penyandang disabilitas.

“Usulan yang lahir dari Musrenbang ini harus konkret dan terukur, sehingga mampu mengatasi hambatan serta berbagai bentuk diskriminasi yang masih dihadapi perempuan, anak dan disabilitas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, kepala OPD, para camat, TP PKK, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Dharma Wanita Persatuan, Forum Anak, organisasi penyandang disabilitas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Sekda juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah agar tidak berhenti pada tahap perencanaan semata, tetapi menindaklanjuti hasil Musrenbang dalam bentuk program nyata yang tepat sasaran.

Ia menegaskan, penyusunan program pembangunan tahun 2027 harus lebih terarah, akuntabel, dan mampu menjawab isu strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak serta pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan itu, Ramadhan turut memberikan motivasi kepada peserta dari kalangan anak agar terus belajar dengan disiplin dan menjaga semangat meraih masa depan.

“Anak-anak Luwu Timur harus menjadi generasi yang mampu membawa daerah ini semakin maju dan bermartabat,” pesannya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian “Suara Anak, Perempuan dan Disabilitas” oleh Duta Anak Luwu Timur yang memuat berbagai aspirasi dan harapan terhadap pembangunan daerah yang lebih inklusif.

Musrenbang kemudian ditutup dengan penandatanganan dokumen Suara Perempuan, Anak dan Disabilitas Kabupaten Luwu Timur oleh Sekda Lutim, Wakil Ketua DPRD Lutim Hj Harisah Suharjo, Sekretaris Bapperida, serta perwakilan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen bersama mendorong pembangunan yang berkeadilan. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini