Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Estafet Kepemimpinan PTSP UNM Resmi Berganti, Junaedy Rahman Menang Telak

Tiga kandidat calon Ketua Jurusan (Kajur) PTSP UNM periode 2026–2030, masing-masing Dr. Ir. Rahmansyah, S.Pd., M.T. (Nomor Urut 1), Dr. Ir. Junaedy Rahman, S.T., M.T. (Nomor Urut 2), dan Dr. Ir. Anas Arfandi, S.Pd., M.Pd. (Nomor Urut 3). (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.coEstafet kepemimpinan di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi berganti.

Melalui mekanisme demokratis yang melibatkan seluruh dosen jurusan, Dr Ir Junaedy Rahman, ST MT, terpilih sebagai Ketua Jurusan (Kajur) PTSP periode 2026–2030.

Pemilihan yang berlangsung partisipatif ini diikuti 56 dosen sebagai pemilih. Prosesnya dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Ir Iriandy SPd MPd, yang mengawal seluruh tahapan mulai dari penjaringan bakal calon hingga pemungutan dan penghitungan suara.

Tiga kandidat bersaing dalam kontestasi tersebut, yakni:

  • Dr. Ir. Rahmansyah, S.Pd., M.T. (Nomor Urut 1)
  • Dr. Ir. Junaedy Rahman, S.T., M.T. (Nomor Urut 2)
  • Dr. Ir. Anas Arfandi, S.Pd., M.Pd. (Nomor Urut 3)

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Junaedy Rahman unggul dengan 30 suara. Sementara Rahmansyah meraih 22 suara dan Anas Arfandi memperoleh 4 suara.

Ketua Jurusan PTSP periode sebelumnya, Prof Dr Drs Taufiq Natsir, MPd, mengapresiasi jalannya pemilihan yang berlangsung transparan dan demokratis.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga dinamika akademik serta memperkuat tata kelola jurusan.

“Pergantian kepemimpinan ini merupakan tongkat estafet yang harus dijaga dan diteruskan dengan komitmen, integritas, serta inovasi untuk membawa Jurusan PTSP semakin unggul dalam tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof Taufiq.

Dengan kepemimpinan baru ini, PTSP UNM diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, mendorong produktivitas riset, serta meningkatkan kontribusi pengabdian kepada masyarakat.

Tak hanya itu, daya saing jurusan di tingkat nasional hingga internasional juga menjadi tantangan yang siap dijawab dalam periode 2026–2030 mendatang.

Estafet telah berpindah. Kini publik akademik menanti arah dan gebrakan baru dari nakhoda PTSP yang baru. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini