oleh

Tinjau Pekerjaan NUSP Kota Palopo, Kementerian PUPR Mengaku Penggoli Terbaik

PALOPO,TEKAPE.co — Asian Development Bank (ADB) melaksanakan Review Mission terkait kegiatan NUSP-2 (Neighbourhood Upgrading Shelter Project) di Kota Palopo, Rabu-Kamis (18-19 April 2018).

Selama dua hari, ADB yang didampingi oleh Kementerian PUPR, Bappenas dan Kemenkeu mengunjungi tiga kelurahan, yakni Sampoddo, Pontap dan Penggoli. Di Kelurahan Sampoddo, Tim Review Mission ADB melakukan kunjungan dan mengevaluasi progres pembangunan pemukiman baru atau NSD (new site development).

Pemukiman ini masih merupakan skema penanganan kumuh perkotaan melalui NUSP yang didanai oleh ADB. Senior Project Officer ADB, Siti Hasanah mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya-upaya penuntasan kawasan kumuh di Kota Palopo. Salah satu yang sedang diupayakan adalah melalui pembangunan pemukiman baru NSD Sampoddo.

“NSD ini kita fokuskan untuk memindahkan warga berpenghasilan rendah yang bermukim di daerah kumuh dengan status pemilikan rumah yang dianggap tidak legal atau tidak sesuai dengan tata ruang wilayah. Untuk dapat mengakses sebagai penerima manfaat NSD ini memang ada kualifikasi dan aturan yang kita buat nantinya,” terang Siti Hasanah.

Ia menambahkan bahwa proyek NSD Sampoddo merupakan program kolaborasi antara Direktorat Penyediaan Perumahan, Direktorat Cipta Karya, Pemkot Palopo dan ADB. Masing-masing pihak mengambil perannya masing-masing untuk mendanai hadirnya pemukiman layak ini. “Progres Kota Palopo cukup baik. Sudah terbangun 100 rumah yang lengkap dengan fasilitas tempat tidur, lemari, kursi tamu dan meja makan. Ke depan kita usahakan bisa membangun 18 unit lagi di lokasi yang sama. Memang masih ada permasalahan yang kita temukan, namun diharap Pemkot Palopo bisa memfasilitasi kendala-kendala yang kita temukan hari ini,” imbuh Siti Hasanah.

Saat mengunjungi Kelurahan Pontap dan Penggoli, Tim Review Mission NUSP-2 mengungkapkan bahwa hasil pekerjaan di kelurahan ini memberi kesan yang baik bagi ADB dan Kementerian PUPR. Anastasia Carolina, PPK NUSP-2 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa sejauh ini Kawasan Penggoli merupakan salahsatu kawasan yang terbaik hasil pekerjaan NUSP-nya di Indonesia.

“Selama Review Mission ini kami lakukan, dan mengunjungi beberapa wilayah NUSP lainnya, kami anggap Penggoli ini salahsatu yang terbaik hasil pekerjaannya. Kegiatan NUSP di Penggoli ini kami lihat sudah mencover kriteria yang kami inisiasi, antara lain adalah pekerjaan fisiknya sudah mampu merubah wajah kawasan, sudah ada kolaborasi yang terbangun, telah melakukan pemberdayaan masyarakat, dan sudah terwujud peningkatan kualitas hidup warga. Kami apresiasi sekali atas kerja teman-teman di LKM Insan Madani Penggoli ini,” terang Ibu Olin, sapaan akrab Anastasia Carolina.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palopo yang diwakili oleh Kabid Sarana Prasarana & Pengembangan Wilayah, Erdin mengungkapkan bahwa target penanganan kumuh di Kota Palopo adalah 89 hektar. Hal ini sesuai dengan SK Wali Kota Palopo yang telah ditetapkan pada 2014 yang lalu.

“Hingga akhir 2017, kita sudah tangani sekitar 57 hektar kawasan kumuh. Tahun ini, melalui skema NUSP-2 dan intervensi melalui APBD Kota Palopo, kita menargetkan bisa menuntaskan hingga total 75 hektar. Dengan demikian target 0 persen kekumuhan di 2019 bisa semakin mudah kita capai,” kata Erdin.

Ia juga berharap kolaborasi antara ADB, Kementerian PUPR, BKM dan OPD terkait bisa lebih fokus lagi ke depan untuk menuntaskan kawasan kumuh Palopo. Oleh karenanya, ia mengungkapkan bahwa ke depan, Bappeda akan membentuk Task Force atau semacam Gugus Tugas Percepatan Penuntasan Kawasan Kumuh Kota Palopo.

Warga Pontap penerima dampak positif NUSP, Hasnah Abbas mengungkapkan bahwa kawasan permukiman di Pontap semakin baik sejak NUSP dikerjakan tahun 2015. Menurutnya, NUSP merupakan kerja nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga Pontap. (**)

Komentar

Berita Terkait