oleh

Timnas Indonesia vs Irak, Perebutkan Peringkat 3 Piala Asia U-23

JAKARTA, TEKAPE.co – Peluang Tim Nasional Indonesia U-23 untuk bermain di Olimpiade Paris 2024 belum pupus meskipun kalah dalam laga semifinal Piala Asia U-23 melawan Uzbekistan, Senin 29 April 2024.

Indonesia masih berpeluang lolos lewat penentuan juara 3. Indonesia akan bertemu dengan Irak. Laga Timnas U23 Indonesia melawan Irak dalam perebutan peringkat ketiga Piala Asia U23 2024 bergulir di Stadion Abdullah bin Khalifa pada Kamis 2 Mei 2024.

Dalam catatan 11v11, Indonesia dan Irak sudah bertanding sebanyak 12 kali. Hasilnya, tim Garuda delapan kali kalah, tiga kali imbang, dan hanya sekali menang.

Kemenangan didapat Indonesia atas Irak saat berlaga di Kualifikasi Olimpiade pada 1968. Bertanding pada 16 Januari 1968, Indonesia menang 2-1.

Berikut hasil pertandingan atau head to head Indonesia melawan Irak di semua ajang:

Head to head Irak Vs Indonesia

1. Indonesia 2-1 Irak – Kualifikasi Olimpiade 1968 – 16 Januari 1968

2. Indonesia 1-1 Irak – Kualifikasi Olimpiade 1968 – 22 Januari 1968

3. Indonesia 1-1 Irak – Kualifikasi Piala Dunia 1974 – 16 Maret 1973

4. Indonesia 2-3 Irak – Kualifikasi Piala Dunia 1974 – 21 Maret 1973

5. Indonesia 0-2 Irak – Merdeka Tournament 1977 – Juli 1977

6. Indonesia 0-4 Irak – Merdeka Tournament 1978 – Juli 1978

7. Irak 4-0 Indonesia – Laga Persahabatan – 23 November 1996

8. Indonesia 0-0 Irak – Piala Kemerdekaan – 1 September 2000

9. Indonesia 3-0 Irak – Piala Kemerdekaan – 2 September 2000

10. Irak 1-0 Indonesia – Kualifikasi Piala Asia 2015 – 6 Februari 2013

11. Indonesia 0-2 Irak – Kualifikasi Piala Asia 2015 – 19 November 2013

12. Irak 5-1 Indonesia – Kualifikasi Piala Dunia 2026 – 16 November

Andai Timnas berada di posisi keempat maka akan diadu dengan perwakilan dari benua lain untuk memperebutkan 1 tiket tersisa. Pada babak playoff, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi wakil Afrika, Guinea.

Penampilan terakhir Timnas di pesta olahraga terbesar sejagad adalah pada Olimpiade Melbourne 1956 atau 68 tahun yang lalu.

Kala itu permainan Timnas menuai banyak pujian terutama pada babak perempat final melawan tim kuat Uni Sovyet.

Decak kagum pun datang dari berbagai pihak, termasuk Presiden FIFA saat itu Sir Stanley Rous.

“Baru sekali saya melihat permainan bertahan yang sempurna sekali,” ujar Sir Stanley Rous.(*)



RajaBackLink.com

Komentar

Berita Terkait