Tas Bermotif Budaya Luwu Jadi Ladang Cuan Mahasiswa UNCP, LURCBAG Kini Tembus Rp3 Juta per Bulan
PALOPO, TEKAPE.co – Kreativitas mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dalam mengangkat budaya lokal mulai berbuah manis.
Lewat produk bernama LURCBAG atau Luwu Raya Culture Bag, motif dan ornamen khas Luwu Raya dikemas menjadi tas kekinian yang tidak hanya membawa identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Produk kreatif mahasiswa UNCP tersebut kini mampu terjual hingga 60 pcs setiap bulan dengan omzet mencapai Rp3 juta.
BACA JUGA: UNCP Palopo Gelar Maulid Nabi 1448 H, Ajak Sivitas Akademika Teladani Akhlak Rasulullah
Capaian itu menjadi perkembangan signifikan dibandingkan kondisi LURCBAG sebelum mendapatkan pembinaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Saat itu, penjualan LURCBAG masih berkisar 15 pcs per bulan dengan omzet sekitar Rp525 ribu.
Melalui pendampingan P2MW di bawah bimbingan Andi Jumardi, S.Pd., M.Pd., tim LURCBAG mulai melakukan pembenahan dari berbagai sisi.
BACA JUGA: UNCP Evaluasi Kinerja Fakultas melalui Audit Mutu Internal, Dorong Perbaikan Berkelanjutan
Tidak hanya memperbaiki produk, tim juga diarahkan untuk membangun identitas merek, memperluas jangkauan pasar, memperkuat strategi promosi, hingga mengelola usaha dengan lebih terarah.
Perubahan tersebut ikut berdampak terhadap harga jual. Jika sebelumnya produk dipasarkan dengan harga rata-rata Rp35 ribu per pcs, kini harga rata-ratanya mencapai Rp50 ribu.
Kenaikan harga tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kualitas bahan, desain, jahitan, kemasan, branding, dan strategi pemasaran.
Perubahan paling terasa juga terjadi pada cara tim memasarkan produk.
Jika sebelumnya promosi lebih banyak mengandalkan WhatsApp Story, Instagram pribadi, dan brosur, kini LURCBAG memiliki akun resmi @lurc_bag.
Promosi kemudian diperluas melalui katalog digital, Instagram Reels, TikTok, banner expo, hingga mencoba fitur iklan digital.
Strategi pemasaran tersebut membuat LURCBAG tidak sekadar menawarkan sebuah tas. Produk justru dibangun dengan cerita mengenai identitas budaya Luwu Raya.
“Kami tidak hanya ingin menjual tas. Kami ingin setiap produk membawa cerita dan identitas Luwu Raya ke mana pun produk itu digunakan,” kata Andi.
Konsep tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam menentukan sasaran pasar.
LURCBAG menyasar kalangan mahasiswa, pekerja muda, komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap budaya lokal, hingga kebutuhan kegiatan kampus dan organisasi.





Tinggalkan Balasan